Jayapura, Semarak.News – Minister Counsellor Politik dan Komunikasi Strategis Kedutaan Australia Dr. Dave Peebles menegaskan bahwa negaranya tidak pernah mendukung gerakan separatis di Papua.

Penegasan tersebut disampaikannya saat menemui Wakapolda Brigjen Pol. Drs. Yakobus Marjuki dalam pertemuan yang berlangsung di Mapolda Papua, Jumat (31/1/2020).

“Selama ini kami tegaskan bahwa Australia tidak mendukung kegiatan dari kelompok – kelompok tersebut. Dan memang penanganan kami juga tidak melibatkan pihak Kepolisian yang terlalu banyak agar tidak menjadi perhatian termasuk penanganan Kelompok Papua Merdeka,” tegasnya.

Dr. Dave pun tak menampik bahwa memang benar ada beberapa kelompok di Australia yang mendukung Papua Merdeka.

Gerakan yang dimaksudkannya selalu identik dengan membawa bendera Papua Merdeka.

“Namun di hukum Australia tidak melarang kalau cuma membawa bendera kecuali melakukan tindakan-tindakan yang tidak sesuai hukum di negara kami maka kita akan tindak seperti mereka memasuki gedung Kedutaan Besar RI,” sambungnya.

Dr. Dave pada kesempatan itu menyampaikan ucapan terima kasih atas sambutan yang diterimanya.

“Sambutan yang kami terima sangat baik pada saat kita berkunjung di Polda Papua. Untuk itu, kami ingin menegaskan kembali bahwa Australia sangat mendukung penuh kedaulatan Indonesia dan itu pasti,” cetusnya.

Dr. Dave juga mengakui jika pihaknya sangat memperhatian apa yang terjadi di Indonesia terutama di Papua.

“Selain itu juga, kami mendapat informasi jika Bapak Presiden Jokowi akan berkunjung ke Australia pada Februari mendatang sehingga dengan pertemuan ini akan membantu kami dalam berkomunikasi terkait situasi saat ini,” tukasnya.

Sementara itu, Wakapolda Papua pada pertemuan itu menjelaskan kondisi pasca konflik yang berawal dari kejadian rasisme yang mengakibatkan atau berdampak dari Papua hingga Papua Barat serta beberapa pelaku sudah di tangkap dan dilakukan proses hukum.

“Saat ini, Polri dalam melaksanakan tugas tetap mengedepankan komunikasi di lapangan dengan mendekatkan diri dengan semua tokoh,” akuinya.

Wakapolda menambahkan, mulai dari kerusuhan serta aksi-aksi dari kelompok – kelompok yang bertentang dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia selama ini modusnya untuk mendapatkan perhatian dari PBB.

“Karena itu, setiap masyarakat yang melakukan aksi berkaitan dengan simbol – simbol separatis, kita mengacu pada PP 77 Tahun 2007 yang melarang penggunaan simbol – simbol tersebut termasuk Bintang Kejora sehingga Polri akan bertindak tegas,” tegasnya.

Wakapolda tak lupa menyampaikan ucapan terima kasih atas kunjungan di Mapolda Papua.

“Kami juga ucapkan permohonan maaf dari Kapolda karena sedang menghadiri rapat dengan DPD RI sehingga tidak dapat menerima dan hadir pada pertemuan,” tukasnya.

Sumber: https://koreri.com/2020/02/01/australia-tak-pernah-mendukung-gerakan-separatis-di-papua/

LEAVE A REPLY