Aksi Serangan Perompak di Perairan Indonesia Turun

Foto: BBC

Jakarta, Semarak.news – Serangan di perairan Indonesia menurun drastis dalam periode Januari hingga September 2016, dari 86 serangan menjadi 33 serangan selama sembilan bulan pada 2015. Hal ini menunjukan adanya penurunan yang cukup baik seperti yang dilaporkan IMB, Senin (31/10) sepanjang Juli hingga September,terlihat adanya penurunan sebanyak 25% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, yaitu tercatat 42 serangan di seluruh dunia.

Kolonel Gig Jonias Mozes Sipasulta, Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut, mengatakan penurunan itu utamanya karena penanganan perompakan di laut yang intensif lewat Western Fleet Quick Response (WFQR), atau satuan tanggap cepat yang dibuat oleh Armada Barat. Setiap Pangkalan Angkatan Laut di wilayah Armada Barat memiliki WFQR sebagai upaya penanganan perompakan laut

WFQR terdiri dari dari kapal-kapal cepat yang disiapkan untuk operasi di sekitar.”Kebetulan konsentrasi selama ini kan di Selat Malaka banyak sekali terjadi perompakan,” jelas Kolonel Sipasulta kepada wartawan BBC Indonesia, Liston P Siregar.

“Tampaknya patroli oleh Indonesia berhasil,” tulis laporan tersebut.

Bagaimanapun Indonesia masih berada paling tinggi dari jumlah insiden, yaitu 33 serangan, disusul dengan Nigeria sebanyak 31 serangan. Angka tersebut menurut Kolonel Sipasulta bukan berarti terjadi 33 perompakan di perairan Indonesia karena ada kemungkinan sistem pendataan yang mencatat setiap laporan yang masuk. Dan Kolonel Sipasulta kembali menegaskan laporan IMB yang menyatakan penurunan serangan di Indonesia jelas merupakan bukti dari kerja WFQR selama ini.

IMB menyatakan penculikan masih terjadi di lepas pantai Afrika Barat dan Asia Timur, sementara Nigeria belakangan ini menghadapi peningkatan dalam perompakan dengan kekerasan maupun perampokan bersenjata. Selain upaya di tingkat nasional, tambah IMB, kerja sama internasional dan upaya dari industri perkapalan ikut menyumbang dalam penurunan serangan bajak laut di seluruh dunia.

“Dengan hanya 42 serangan dalam kuartal ini, bajak laut mencapai yang terendah sejak tahun 1996,” tulis IMB dalam laporannya.

TINGGALKAN BALASAN