IYOIN Peduli Batam: Gabungkan Aksi Pendidikan Dan Kesehatan Dalam Satu Hari

Batam, Semarak.news – Gerakan Peduli Indonesia regional Batam yang selanjutnya disebut dengan Peduli Batam diinisiasi oleh komunitas bernama IYOIN (Indonesian Youth Opportunities In International Networking). Kegiatan ini merupakan project nasional yang serentak di 20 kota di Indonesia. Aksi sosial kali ini bertujuan menghidupkan ribuan mimpi anak Indonesia khususnya di daerah terpencil.

Peduli Batam memilih lokasi kegiatan ini di SDN 015 Sagulung, Kel.Tembesi, Kec.Sagulung, Tanhung Gundap, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Lokasi ini dipilih karena letaknya yang sangat terpencil. Panitia Peduli Batam menggabungkan aksi sosial pendidikan ini dengan aksi kesehatan, menilik bahwa masyarakat sekitar sekolah tepatnya wilayah Kampung Tua Tanjung Gundap sangat minim dalam pelayanan kesehatannya.

“Kami memiliki Puskesmas Pembantu namun jam kerjanya terbatas dan tidak setiap hari buka”, ujar salah satu masyarakat yang mengikuti program pengecekan dan konsultasi kesehatan gratis di lokasi Peduli Batam.

Antusias siswa siswi SD 015 Sagulung pecah saat mendengarkan cerita-cerita dari relawan pengajar yang memiliki latar belakang berbeda-beda dan masing-masing pernah memiliki prestasi di berbagai negara. Seluruh anak juga sangat senang sekali ketika mendapatkan sepatu sekolah baru dari pihak sponsor, pensil, buku, serta celengan berbentuk angry bird hasil donasi.

“Motivasi dan inspirasi yang diberikan di kelas berfokus pada nilai-nilai moral yang dapat menjadikan siswa-siswi SDN 015 Sagulung nantinya memiliki integritas serta pengetahuan luas tentang dunia, semangat dalam meraih cita-citanya dengan keterbatasan yang ada, karena tidak ada sesuatu yang mustahil jika Allah sudah berkehendak asal kita mau berusaha”, ujar Ketua Pelaksana Peduli Batam, Mayang.

SDN 015 juga mendapatkan bantuan fasilitas seperti sound system permanen dan portable, tandon air yang berasal dari pihak sponsor Peduli Batam. Sekolah ini juga sangat membutuhkan pembangunan ulang pagar tembok yang sudah hampir roboh karena akar tanaman dan dibutuhkan pembangunan batu miring terlebih dahulu.

“Setiap pagi kami berserta anak-anak membersihkan kotoran kambing dulu sebelum memulai pelajaran. Jam memulai pelajaran menjadi tertunda akibat kambing warga yang berkeliaran, tembok yang bolong ini juga berbahaya karena pernah ada orang yang mabuk dan mengancam keselamatan siswa. Semoga pemerintah segera merealisasikan pembangunan pagar sekolah kami,” ungkap seorang guru SDN 015 Sagulung, Pak Marsah.

TINGGALKAN BALASAN