Manokwari, Semarak.News – Dalam mengurangi beban ekonomi masyarakat akibat dampak pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), Pemerintah Provinsi Papua Barat menyerahkan bantuan bahan pokok (bapok) 2.756 paket dan masker 13.780 buah kepada warga jemaat yang tak mempunyai penghasilan, termasuk para janda, yatim piatu dan lanjut usia (lansia).

Gubernur Papua Barat, Dominggus Madacan menuturkan, pembagian bapok dan masker ini kepada para jemaat gereja dan masjid yang ada di Manokwari ini dilakukan pada 7 tempat. Diantaranya, di GPKAI Kuriakon Wosi, GKI Sion Sanggeng, GKI Ottow Geisler Biriosi, kompleks Fanindi Raya untuk 6 gereja dan 1 masjid. Terus GKI Bortolomeus Borasi, GKI PNIEL Anggori, dan Masjid AL Hijrah Borobudur.

“Keadaan seperti ini tentu saja kami memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. Kalau yang ASN tak masuk kategori, karena mempunyai pekerjaan dan gaji. Ini hanya khusus bagi mereka yang tak miliki penghasilan, misalnya para janda, yatim piatu dan lansia, itu yang diberikan bantuan,” jelas Dominggus yang juga Kepala Suku Besar Arfak ini kepada sejumlah wartawan di Fanindi Dalam, Manokwari, Rabu 15 April 2020.
Gubernur Papua Barat Dominggus Madacan, serahkan bantuan kepada anak yatim piatu. (KabarPapua.co/Irsye Simbar)

Dominggus juga mengatakan, seluruh pejabat eselon II, III, gubernur, wakil gubernur dan Sekda memberikan jatah beras selama 1 bulan sebanyak 10 ton untuk masyarakat. “Untuk itu hari ini bisa diberikan kepada masyarakat. Pemprov Papua Barat, memilih pendistribusian disalurkan lewat keagamaan. Sebab mereka punya data dan tahu keberadaan umatnya. Sehingga bisa tepat sasaran,” jelasnya.

Untuk itu, kata Dominggus, masyarakat jangan melihat dari harganya, namun dilihat dari kepedulian dari Pemprov Papua Barat. “Masyarakat diharapkan tak panik dengan adanya Virus Corona ini, tapi tetap jaga jarak, cuci tangan, mengurangi aktivitas keluar rumah dan memakai masker yang telah dibagikan. Masyarakat harus tetap laksanakan dan patuhi imbauan pemerintah,” jelasnya.

LEAVE A REPLY