Oktober 23, 2021

Semarak News

Temukan semua artikel terbaru dan tonton acara TV, laporan, dan podcast terkait Indonesia di

Indonesia telah gagal memberikan jalur hijau bagi industri – diplomasi

uang pasifik | Ekonomi | Asia Tenggara

Industri berjalan untuk menjadi hijau, tetapi Indonesia telah membuka jalan dengan regulasi yang tidak didukung.

Aktivis Greenpeace Indonesia membentangkan spanduk dari derek pada 15 Mei 2016 di Pembangkit Listrik Tenaga Batubara Shirban di Jawa Barat, Indonesia.

utang: Flickr / Break Free Indonesia

Mimpi Ekonomi Hijau Indonesia Meluruskan Industri yang berkembang mulai beralih ke energi hijau dengan komitmen. Namun, laporan RE100 terbaru menunjukkan Indonesia adalah salah satu dari sepuluh negara yang menghadapi tantangan paling besar dalam mencapai perubahan ini. RE100 adalah grup perusahaan yang mencapai 100 persen energi terbarukan Tanggal target rata-rata adalah 2028. Saat ini, setidaknya ada 48 perusahaan RE100 yang beroperasi di Indonesia, antara lain Nike, IKEA, Coca-Cola, dan P&G. Laporan mereka menunjukkan terbatasnya pilihan untuk mengakses energi hijau sebagai tantangan utama dalam mencapai target “net zero” di pasar Indonesia.

Sebaliknya, Thailand Diskon Skema perjanjian pembelian tenaga listrik perusahaan (CPPA) memungkinkan pembelian energi terbarukan langsung dari produsen daripada dari perusahaan utilitas. Klien swasta menganggap ini menarik karena rencananya memungkinkan perusahaan menghindari biaya investasi awal. Vietnam Saat ini juga menjadi pilot Program CPPA virtual memungkinkan pelanggan swasta untuk membeli energi bersih di satu pasar tanpa terhubung ke jaringan listrik yang sama dengan produsen.

Di Indonesia, sementara itu, opsi yang terbuka untuk perusahaan swasta termasuk membeli energi dari PLN atau memasang kapabilitas pembangkit listrik sendiri di lokasi, seperti panel surya di atap. Pada opsi pertama, tingkat energi terbarukan perusahaan ditentukan oleh kombinasi pembangkitan PLN, yang masih ada Didominasi Oleh pembangkit listrik tenaga batu bara. Pada opsi kedua, perusahaan menerima biaya investasi untuk pembangkit listrik terbarukan, sedangkan jumlah pembangkitan dibatasi oleh luas lahan atau atap yang tersedia.

READ  Indonesia c.bank menurunkan prospek PDB menjadi 3,8% pada tahun 2021

Masalahnya bukan hanya pilihan yang terbatas. Indonesia juga sedang berjuang untuk meningkatkan potensi energi terbarukan. Indonesia Kapasitas terbarukan Saat ini 10 gigawatt, kurang dari Thailand dan hanya sepertiga dari kapasitas Vietnam. Ada perubahan peraturan dan politik yang progresif di Vietnam Dibesarkan Investasi energi terbarukan di dalam negeri. Kegagalan untuk menangkap tetangganya dapat menurunkan daya tarik Indonesia sebagai tujuan investasi industri hijau.

Indonesia adalah Dibuat Energi terbarukan memiliki hambatan tersendiri terhadap energi hijau dengan mengatur kisaran harga. Tarif untuk energi terbarukan dikendalikan berdasarkan biaya produksi regional. Di daerah yang didominasi oleh produksi batu bara murah, terutama di Pulau Jawa, pembatasan ini membuat harga energi terbarukan tetap rendah, sehingga tidak terjangkau bagi investor. Karena Jawa adalah pusat ekonomi negara dan rumah bagi sebagian besar industrinya, peraturan ini membuat pembangkit listrik terbarukan menjadi kurang kompetitif dan mencegah energi hijau masuk ke jantung industri negara.

Nikmati artikel ini? Klik di sini untuk berlangganan untuk akses penuh. Hanya $5 per bulan.

Indonesia perlu menarik investasi hijau dengan memenuhi permintaan industri akan energi bersih yang terus meningkat. Jika tidak, investasi asing tersebut akan lari ke negara tetangga seperti Thailand dan Vietnam. Tahun lalu, Sony Diperingatkan Orang Jepang dapat merelokasi lokasi produksi mereka jika energi bersih tidak memperbaiki lanskap. Peringatan yang sama juga ditujukan kepada pemerintah Indonesia jika gagal memperbaiki kebijakan energi.

Potensi energi terbarukan yang besar di Indonesia menawarkan peluang untuk menarik investasi. Namun, perubahan peraturan akan diperlukan untuk memanfaatkan manfaatnya.

Pertama, pemerintah Indonesia harus mengadopsi pola pikir baru terhadap energi terbarukan. Harus disadari bahwa potensi energi terbarukan tidak hanya akan membantu mengurangi emisi karbon, tetapi juga akan memberikan keunggulan kompetitif dalam menarik investasi yang mendorong pertumbuhan ekonomi. Jika pemerintah gagal mengenali manfaat ini, lambatnya kemajuan energi terbarukan akan merugikan kerugian lingkungan dan ekonomi Indonesia.

Kedua, pemerintah harus membuka kembali diskusi tentang power wheeling. Roda kekuatan Rencana yang memungkinkan perusahaan untuk menyewa jaringan dari pembangkit listrik terbarukan di luar lokasi. Skema ini membantu menghindari keterbatasan kuantitatif pembangkit listrik di perusahaan. Kontrol kabinet pada power wheeling Kekurangan Detail penting, seperti paket lengkap dan sistem pembayaran, harus memperbaikinya.

Ketiga, Indonesia perlu merevisi regulasi yang bermasalah tentang harga pembatasan energi terbarukan. Di satu sisi, regulasi ini bertujuan untuk menjaga harga listrik tetap terjangkau. Namun di sisi lain, perubahan regulasi energi telah memperlambat kemajuan. Indonesia harus mempercepat amandemen aturan ini. Jika Indonesia berada di tangannya, negara-negara tetangga akan menuai sebagian besar manfaat ekonomi dari percepatan perubahan terbarukan.