September 27, 2022

Semarak News

Temukan semua artikel terbaru dan tonton acara TV, laporan, dan podcast terkait Indonesia di

Indeks Harga Konsumen (IHK) Indonesia: Pemotongan harga pangan membawa deflasi pada Agustus 2022.

Oleh karena itu, saat ini terdapat penembusan kecil dalam tren umum (tren umum: percepatan inflasi Indonesia dari triwulan IV tahun 2021), yang dapat dilihat di ujung kanan tabel di bawah ini.

Namun, mengingat pemerintah Indonesia telah menaikkan harga bahan bakar bersubsidi pada 3 September 2022, Indonesia akan menghadapi beberapa tekanan inflasi yang tajam dalam jangka pendek. Bagaimanapun, Bertalite, Bertamax dan minyak diesel otomotif adalah bahan bakar yang paling banyak dikonsumsi di seluruh nusantara (harganya juga sangat murah). Dan karena biaya transportasi menjadi lebih mahal, jangkauan produk/jasa yang lebih luas menjadi lebih mahal. Pada kesempatan sebelumnya ketika pemerintah Indonesia menaikkan harga bahan bakar bersubsidi (seperti pada tahun 2013 atau 2014) inflasi rata-rata 2 persen per bulan (m/m) untuk puncak dua bulan. Oleh karena itu, jika polanya berbalik, kita cenderung melihat inflasi pada kisaran 1,50 hingga 2,50 persen (m/m) baik pada September 2022 maupun Oktober 2022. Hal ini dapat meningkatkan tingkat inflasi tahun-ke-tahun menjadi sekitar 7 persen. /y) pada awal November 2022 (dari level 4,69 persen y/y pada Agustus 2022). Itu berarti masyarakat Indonesia harus menghadapi inflasi yang lebih tinggi dalam beberapa bulan mendatang.

[…]

Berikut tampilan di dalam laporan!

Laporan Agustus 2022 (e-report) dapat dipesan melalui email [email protected] Atau pesan (termasuk WhatsApp) ke +62.882.9875.1125.

Biaya laporan ini:

Rp 150.000
Rp 10,-
EUR €10,-

Membahas

READ  RUU Indonesia membersihkan bahan bakar berbahan bakar batu bara dengan mengabaikan emisi aktual