Juni 19, 2026

Semarak News

Temukan semua artikel terbaru dan tonton acara TV, laporan, dan podcast terkait Indonesia di

Indonesia Perkuat Kerja Sama AI Cuaca dengan Jepang

Indonesia Perkuat Kerja Sama AI Cuaca dengan Jepang

Indonesia terus memperkuat kolaborasi internasional di bidang teknologi cuaca dan iklim berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan akurasi sistem peringatan dini terhadap bencana hidrometeorologi yang semakin sering terjadi akibat perubahan iklim global.

Kerja sama tersebut akan menjadi salah satu fokus dalam ajang 2nd WNI Weather & Climate Forecast Conference (WCFC) 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Tokyo, Jepang, pada 17 Juni 2026.

Delegasi Indonesia Hadiri Konferensi Cuaca dan Iklim di Tokyo

Delegasi Indonesia yang dipersiapkan untuk menghadiri konferensi tersebut terdiri dari sejumlah institusi strategis nasional. Mereka antara lain berasal dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), hingga unit-unit di lingkungan PT Pertamina (Persero).

Kehadiran berbagai lembaga tersebut mencerminkan meningkatnya perhatian Indonesia terhadap pemanfaatan teknologi AI dalam mendukung mitigasi bencana dan ketahanan iklim nasional.

Indonesia sendiri merupakan salah satu negara yang rentan terhadap cuaca ekstrem, termasuk banjir, siklon tropis, hujan lebat, hingga gelombang panas. Kondisi geografis sebagai negara kepulauan tropis membuat kebutuhan terhadap sistem prediksi cuaca yang lebih presisi menjadi semakin mendesak.

Fokus pada AI untuk Sistem Peringatan Dini

Perwakilan Sakuranesia Foundation, Tovic Rustam, menyebut forum WCFC 2026 akan menitikberatkan pembahasan pada penerapan AI untuk sistem peringatan dini serta implementasinya di tingkat regional.

Pengembangan Teknologi Prediksi Cuaca

Pemanfaatan AI dinilai mampu membantu proses analisis data cuaca dalam jumlah besar secara lebih cepat dan akurat dibandingkan metode konvensional. Teknologi ini juga dapat digunakan untuk memprediksi pola cuaca ekstrem, banjir, hingga pembentukan siklon tropis.

Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai negara di Asia mulai mengembangkan sistem prediksi cuaca berbasis AI guna menghadapi meningkatnya dampak perubahan iklim. Jepang termasuk salah satu negara yang memiliki teknologi meteorologi maju dan menjadi mitra penting bagi Indonesia dalam pengembangan kapasitas tersebut.

READ  Enam tahun kemudian Indonesia terbebas dari ban buaya

Dukungan untuk Mitigasi Bencana

Penguatan sistem peringatan dini menjadi perhatian penting di Indonesia, terutama setelah sejumlah wilayah mengalami peningkatan kejadian cuaca ekstrem. Teknologi AI diharapkan mampu membantu pemerintah daerah dan masyarakat mengambil langkah mitigasi lebih cepat sebelum bencana terjadi.

Selain untuk keselamatan masyarakat, sistem prediksi cuaca yang lebih akurat juga penting bagi sektor strategis seperti pertanian, energi, transportasi laut, dan penerbangan.

BMKG dan Weathernews Inc. Jalin Kesepakatan

Sebelumnya, pada Februari 2026, BMKG dan perusahaan Jepang Weathernews Inc. telah menandatangani kerja sama bertajuk “A Project for AI-Based Tropical Cyclone and Flood Forecasting in Indonesia”.

Kesepakatan tersebut berfokus pada pengembangan sistem prediksi siklon tropis dan banjir berbasis AI di Indonesia.

Kolaborasi Akademik dan Industri

Keterlibatan perguruan tinggi seperti UI, UGM, dan ITS menunjukkan bahwa pengembangan teknologi cuaca berbasis AI tidak hanya melibatkan pemerintah, tetapi juga kalangan akademisi dan industri.

Kolaborasi lintas sektor ini dinilai penting agar inovasi yang dihasilkan dapat diterapkan secara nyata dan sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Di sisi lain, keterlibatan PT Pertamina (Persero) juga menunjukkan bahwa sektor energi mulai memanfaatkan teknologi prediksi cuaca untuk mendukung operasional dan pengelolaan risiko.

Upaya Adaptasi terhadap Perubahan Iklim

Kerja sama Indonesia dan Jepang di bidang AI cuaca menjadi bagian dari upaya adaptasi terhadap perubahan iklim yang semakin kompleks. Pengembangan teknologi prediksi cuaca modern diharapkan dapat memperkuat ketahanan nasional terhadap ancaman bencana hidrometeorologi.

Melalui forum internasional seperti WCFC 2026, Indonesia juga berpeluang memperluas jaringan kolaborasi riset dan transfer teknologi demi meningkatkan kualitas layanan meteorologi dan sistem peringatan dini di masa mendatang.