Januari 27, 2023

Semarak News

Temukan semua artikel terbaru dan tonton acara TV, laporan, dan podcast terkait Indonesia di

Retro Click-Clocks: Keyboard Mekanik di Indonesia – Sabtu, 12 Maret 2022

Radhiya Indira (Jakarta Post)

Premium

Jakarta
Sabtu, 12 Maret 2022

Keyboard mekanik sekarang menjadi barang koleksi, karena lebih baik daripada keyboard konvensional, membantu produktivitas dan lebih baik untuk postur tubuh.

Baik Anda mendengar bunyi klik-dan-klik mereka di tempat kerja atau menemukan video “tes mengetik” populer di media sosial, keyboard mesin menarik perhatian banyak orang Indonesia.

Hillman Rafid, lulusan baru yang diperkenalkan dengan keyboard mekanik di universitas tahun lalu, bercanda, “Saya dicuci otak oleh teman saya ini.” “Saya mencoba mesin teman saya [mechanical keyboard] Itu bagus, jadi saya membeli yang murah dulu […] Tapi sekarang saya kecanduan, ”katanya Jakarta Post Pada 10 Februari.

Keyboard mekanis bukanlah sesuatu yang biasa Anda lihat saat membeli komputer pribadi atau laptop. Dalam perjalanan industri perangkat keras menuju desain yang sederhana dan elegan, konsumen akan selalu mendapatkan keyboard “membran” atau kubah karet dengan keycaps yang ramping dan datar.

Keyboard mekanis, di sisi lain, memiliki sakelar yang dalam di bawah tombolnya, yang membuatnya lebih tebal dan lebih dalam, bertahan lebih lama dan terasa lebih baik bagi banyak orang.

“Mengetik di keyboard laptop seperti tidur di atas matras,” katanya, seraya menambahkan bahwa “mengetik di keyboard mekanis seperti tidur di sofa.”

Kegilaan Epidemi Terbaru: Koleksi Keyboard Mekanik Pribadi Hillman Raffit. (Courtesy of Hilman Rafid) (Koleksi Pribadi / Courtesy of Hilman Rafid)

Pukulan tidur

Keyboard mesin bukanlah hal baru – produknya setua komputer pribadi IBM, sejak tahun 1980-an. Tapi hype retro-futuristik terbaru telah membuat mereka menjadi hobi.

“Saya membuat perubahan [my mechanical keyboard] Lepaskan bezel aluminium, amplas dan cat ulang dengan cat semprot, seperti yang Anda lakukan pada rangka sepeda motor, ”kata Rashmut Iman Lazuardi, 25 tahun. Surat Pada 10 Februari.

READ  Inisiatif Verifikasi Data dan TI Indonesia VeriHubs Insignia Venture Partners - Pemimpin TechCrunch Menerima $ 2,8 Juta

Saat pertama kali membeli keyboard mekanik pada pertengahan tahun 2021 atas saran temannya, Lasvardi tidak menyadari bahwa ia bisa menyesuaikannya dengan keinginannya. Kemudian, algoritma YouTube diluncurkan.

“Ada begitu banyak saran dan ulasan video di YouTube, jadi saya mencobanya. Awalnya saya hanya mengganti tutupnya saja lalu saklar di bagian dalam,” kata Lasvardi.

Berbulan-bulan berlalu dan koleksi keycaps-nya kini telah tumbuh secara eksponensial.

“Kalau mau nambah koleksi, biasanya saya pilih mau warna apa: cerah, variasi biru atau kualitas seperti yang saya pakai sekarang,” jelasnya.

Koleksi Retro: Menyiapkan desktop oleh Rashmut Iman Lazuardi dengan keyboard mekanisnya yang unik.  (Sumber dari LaSuardi)Koleksi Retro: Menyiapkan desktop oleh Rashmut Iman Lazuardi dengan keyboard mekanisnya yang unik. (Courtesy of Lazuardi) (Koleksi Pribadi / Courtesy of Lazuardi)

Sedangkan untuk kolektor, keyboard mekanik butuh waktu lama untuk datang ke Indonesia.

“Keyboard sudah ada sebelum tahun 2000-an, tapi sepertinya mulai masuk ke Indonesia pada tahun 2010-an ketika merek seperti Donkey mulai bermunculan,” kata Louis Christian, seorang penggila YouTube dan teknologi. Surat Pada 13 Februari.

“Kemudian itu mendapat sedikit pengikut Indonesia [the online community website] Cascus, dan pada tahun 2013 komunitas beralih ke Facebook. Ini 2020 ketika benar-benar meledak, ”kata Lewis.

Baca cerita lengkapnya

BERLANGGANAN SEKARANG

Rp 55.000 / bulan ke atas

  • Akses tak terbatas ke konten web dan aplikasi kami
  • Surat Kabar Digital Harian E-Post
  • Tidak ada iklan, tidak ada interupsi
  • Akses khusus ke acara dan program kami
  • Berlangganan buletin kami

Atau biarkan Google mengelola langganan Anda