Oktober 6, 2022

Semarak News

Temukan semua artikel terbaru dan tonton acara TV, laporan, dan podcast terkait Indonesia di

Indonesia telah mengkonfirmasi kasus flu monyet pertama pada seorang warga yang kembali dari luar negeri

Tabung reaksi berlabel “positif virus cacar monyet” terlihat dalam ilustrasi ini yang diambil pada 22 Mei 2022. REUTERS/Dado Ruvic/Ilustrasi

Daftar sekarang untuk akses gratis tanpa batas ke Reuters.com

JAKARTA, 20 Agustus (Reuters) – Indonesia telah mengkonfirmasi kasus pertama cacar monyet pada seseorang yang kembali dari negara tak dikenal dengan kasus yang terdokumentasi, kata juru bicara kementerian kesehatan, Sabtu.

Seorang pria berusia 27 tahun dinyatakan positif Jumat malam di ibukota, Jakarta, Mohammad Syahril mengatakan pada konferensi pers.

Warga negara Indonesia yang “sehat” dan hanya menunjukkan gejala ringan itu melakukan isolasi mandiri di rumah, kata Syahril, yang tidak menyebutkan dari mana pasien itu berasal.

Daftar sekarang untuk akses gratis tanpa batas ke Reuters.com

“Kami telah mengidentifikasi kontak dekat dan akan menguji mereka,” katanya, seraya menambahkan bahwa pemerintah sedang dalam proses pengadaan sekitar 10.000 vaksin untuk flu monyet.

Kementerian Kesehatan mengimbau agar masyarakat tenang dan meyakinkan masyarakat bahwa demam monyet dapat diobati. Sejauh ini telah menguji 22 kasus yang dicurigai dari seluruh negeri, yang semuanya negatif.

Tetangga Singapura melaporkan kasus lokal pertama flu monyet bulan lalu dan memiliki 15 kasus yang dikonfirmasi pada 5 Agustus. Di tempat lain di Asia Tenggara, kasus juga telah dikonfirmasi di Filipina dan Thailand. Baca selengkapnya

Organisasi Kesehatan Dunia telah mengumumkan keadaan darurat kesehatan global, dengan lebih dari 40.000 kasus flu monyet, termasuk beberapa kematian, di lebih dari 80 negara di mana virus tersebut tidak endemik.

Daftar sekarang untuk akses gratis tanpa batas ke Reuters.com

Laporan oleh Stefano Suleiman; Pengeditan: William Mallard dan Mike Harrison

READ  Indonesia menghitung biaya untuk menjaga harga bahan bakar tidak berubah

Standar kami: Prinsip Kepercayaan Thomson Reuters.