Perusahaan satelit asal Finlandia dan Polandia, Iceye, berhasil memperoleh pendanaan baru senilai €1 miliar atau sekitar Rp17 triliun dalam salah satu penggalangan dana terbesar di sektor teknologi pertahanan Eropa. Pendanaan tersebut dipimpin oleh perusahaan investasi asal Amerika Serikat, General Atlantic, di tengah meningkatnya kebutuhan global terhadap teknologi intelijen dan pengawasan berbasis satelit.
Pendanaan terbaru ini membuat nilai perusahaan Iceye mencapai sekitar €10 miliar, meningkat empat kali lipat dibandingkan setelah penggalangan modal sebelumnya pada Desember lalu. Kenaikan valuasi tersebut menunjukkan besarnya minat investor terhadap perusahaan teknologi pertahanan di Eropa, terutama setelah meningkatnya ketegangan geopolitik dalam beberapa tahun terakhir.
Direktur utama Iceye, Rafał Modrzewski, mengatakan dana segar tersebut akan membantu perusahaan memperluas operasional lebih cepat. Menurutnya, Eropa kini tengah berupaya mengejar ketertinggalan dari Amerika Serikat dan China dalam sektor antariksa dan pertahanan modern.
Teknologi Satelit Tetap Berfungsi di Tengah Awan dan Malam Hari
Iceye dikenal melalui penggunaan teknologi radar apertur sintetis atau synthetic aperture radar (SAR). Teknologi ini memungkinkan satelit mengambil gambar permukaan bumi meskipun tertutup awan atau berada dalam kondisi malam hari.
Kemampuan tersebut menjadi sangat penting dalam operasi militer modern karena memungkinkan pengawasan wilayah dilakukan tanpa terganggu kondisi cuaca maupun pencahayaan.
Perusahaan ini meluncurkan satelit pertamanya pada 2018 dan awalnya lebih banyak melayani kebutuhan sipil. Namun setelah invasi Rusia ke Ukraina pada 2022, Iceye mulai mengalihkan fokus ke sektor pertahanan dan keamanan.
Iceye diketahui memberikan dukungan intelijen awal kepada Ukraina terkait pergerakan pasukan Rusia. Citra satelit kini menjadi bagian penting dalam strategi pertahanan modern, mulai dari pemantauan wilayah, komunikasi militer, hingga pendeteksian ancaman secara cepat.
Saat ini Iceye memiliki 72 satelit yang aktif beroperasi. Sejumlah kementerian pertahanan di Eropa seperti Finlandia, Portugal, Swedia, dan Belanda telah menjadi pelanggan perusahaan tersebut.
Investasi Teknologi Pertahanan Eropa Meningkat
Meningkatnya pendanaan untuk Iceye mencerminkan tren kenaikan investasi swasta di sektor pertahanan Eropa. Setelah perang Rusia dan Ukraina pecah, banyak negara Eropa meningkatkan anggaran militer sekaligus mempercepat pengembangan teknologi strategis dalam negeri.
Selain Iceye, perusahaan pembuat pesawat nirawak asal Jerman, Helsing, juga disebut sedang menyiapkan penggalangan dana baru senilai US$1,2 miliar dengan valuasi mencapai US$18 miliar.
Dalam pendanaan Iceye kali ini, General Atlantic memimpin investasi sebesar €450 juta. Sementara penjualan saham sekunder menambah lebih dari €550 juta. Otoritas Investasi Qatar juga ikut berpartisipasi bersama sejumlah investor Finlandia, termasuk perusahaan investasi milik negara, Solidium.
Direktur pelaksana General Atlantic, Sascha Günther, menilai Iceye telah mengubah cara pengamatan bumi dilakukan melalui teknologi satelit modern. Ia memperkirakan permintaan terhadap citra satelit akan terus meningkat di masa depan.
Direktur utama Nokia, Justin Hotard, juga menyebut pertahanan modern kini semakin bergantung pada gabungan konektivitas dan visibilitas data secara waktu nyata. Ia melihat adanya hubungan yang kuat antara teknologi Iceye dan industri telekomunikasi Finlandia.
Target Produksi 100 Satelit per Tahun
Iceye mencatat keuntungan pada tahun lalu dengan pendapatan mencapai €250 juta. Perusahaan juga memiliki daftar pesanan senilai €1,5 miliar.
Iceye menargetkan mampu memproduksi 100 satelit setiap tahun pada 2028, atau dua kali lipat dibandingkan kapasitas produksi saat ini. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi Eropa dalam persaingan industri antariksa global.
Menurut Modrzewski, Eropa saat ini masih tertinggal jauh dari Amerika Serikat dan China dalam penyediaan citra satelit untuk kebutuhan pertahanan.
Ia menyoroti dominasi perusahaan antariksa milik Elon Musk, SpaceX, yang mampu meluncurkan satelit dalam jumlah besar dengan cepat. Karena itu, Uni Eropa dinilai perlu mengambil langkah yang lebih agresif agar tidak semakin tertinggal dalam pengembangan teknologi strategis.
“Kami harus merespons langkah Amerika Serikat dan SpaceX dengan tindakan yang lebih berani,” ujar Modrzewski.
Satelit Jadi Bagian Penting dalam Konflik Modern
Modrzewski menilai perang di Ukraina maupun konflik di Timur Tengah menunjukkan bahwa satelit kini memegang peranan sangat penting dalam peperangan modern, baik untuk komunikasi maupun pengumpulan intelijen.
Perkembangan tersebut juga menjadi pengingat bahwa penguasaan teknologi antariksa kini berkaitan erat dengan keamanan nasional dan kedaulatan digital suatu negara.
Dengan dukungan pendanaan besar dan meningkatnya permintaan terhadap pengawasan berbasis satelit, Iceye kini berada dalam posisi strategis untuk memperkuat peran Eropa dalam industri pertahanan antariksa dunia.

“Communication. Music lover. Certified bacon pioneer. Travel supporter. Charming social media fanatic.”

More Stories
Penemuan Lubang Hitam Supermasif Tanpa Galaksi Ubah Pemahaman tentang Awal Alam Semesta
Hubble Ungkap Galaksi Langka yang Sedang Bertransformasi
IonQ Luncurkan Teknologi InSAR untuk Pemantauan Permukaan Bumi Berpresisi Tinggi