November 29, 2022

Semarak News

Temukan semua artikel terbaru dan tonton acara TV, laporan, dan podcast terkait Indonesia di

Indonesia: Otoritas persaingan berfokus pada kemitraan usaha kecil dan mikro

Pendeknya

KPPU, otoritas saingan Indonesia, mengambil sikap yang semakin agresif. Keputusan baru-baru ini tentang kemitraan antara perusahaan besar dan perusahaan kecil dan mikro (“UKM“). Dalam hal ini, perusahaan besar yang dianggap oleh KPPU mengendalikan UKM mitranya didenda maksimal Rp 10 miliar (sekitar Rp 670.000). Setelah mulai tahun 2022. Beberapa hasil Di antara kemitraan UKM, kami adalah satu Sebelumnya tutupKPPU mengumumkan bahwa tidak ada pelanggaran, dan perkembangan terakhir ini dapat menandai awal dari pendekatan yang lebih ketat untuk penegakan oleh KPPU terhadap kemitraan UKM.


Faktor utama yang menyebabkan KPPU mengeluarkan keputusan pelanggaran adalah bahwa perusahaan yang lebih besar dianggap memiliki ‘kepemilikan’ dan/atau ‘kontrol’ atas UKM mitranya. Hal itu dilakukan antara lain dengan membatasi jangka waktu kemitraan dan membatasi kepada siapa UKM dapat mengalihkan dan/atau menjual aset mereka dan berapa harganya jika mereka ingin mengakhiri kemitraan.

Di Salah satu kampanye media sosialnyas, KPPU menyatakan bahwa keputusannya tentang masalah kemitraan UKM bersifat final dan mengikat, yang telah menjadi sumber perdebatan di antara pengusaha, pengacara, dan akademisi.

dibawah UU UKM (UU No. 20 Tahun 2008)KPPU dapat menerbitkan izin usaha dan/atau denda paling banyak Rp5 miliar untuk perusahaan menengah dan paling banyak Rp10 miliar untuk perusahaan besar. Usaha Menengah.

Perusahaan besar dan menengah yang memiliki kerjasama seperti kemitraan dengan UKM harus waspada dan proaktif dalam memeriksa kontrak dan pengaturan mereka.

Beberapa masalah yang harus diperhatikan:

  • Lamanya periode kerjasama
  • Luas atau dalamnya keterlibatan pengambilan keputusan oleh perusahaan besar dan/atau menengah dalam bisnis UKM
  • Pembatasan atau batasan apa pun
  • Setiap pengaturan asimetris
READ  PPRO tumbuh di Indonesia

* * * * *

© 2022 Firma Hukum HHP. Seluruh hak cipta. Firma Hukum HHP adalah firma anggota Baker & McKenzie International. Ini mungkin memenuhi syarat sebagai “iklan pengacara” yang memerlukan pemberitahuan di beberapa yurisdiksi. Hasil sebelumnya tidak menjamin hasil yang serupa.