September 28, 2022

Semarak News

Temukan semua artikel terbaru dan tonton acara TV, laporan, dan podcast terkait Indonesia di

CPA Australia: Juara bisnis kecil Indonesia dalam pengembangan bisnis di APAC di tengah ancaman epidemi

Jakarta, Indonesia –
Media Outreach – 8 April 2022 – Meskipun terpukul keras oleh Pemerintah-19 pada tahun 2021, usaha kecil Indonesia mampu mengungguli rekan-rekan mereka di Asia-Pasifik dalam pertumbuhan bisnis. Menurut CPA Australia, salah satu kantor akuntan terbesar di dunia, mereka kemungkinan akan mempertahankan momentum ini pada tahun 2022.

Survei Bisnis Kecil Asia-Pasifik CPA Australia ke-13 mensurvei 4.252 pemilik atau manajer usaha kecil, termasuk 301 orang Indonesia, untuk memahami kondisi bisnis dan kepercayaan di 11 pasar Asia-Pasifik.

Usaha kecil Indonesia akan menjadi pasar yang paling terpukul kedua pada tahun 2021. Tujuh puluh dua persen responden Indonesia merekomendasikan COVID-19 sebagai faktor paling berbahaya bagi bisnis mereka.

Empat puluh lima persen responden mengatakan mereka beralih ke penjualan online sebagai tanggapan terhadap epidemi, yang merupakan yang tertinggi di pasar yang disurvei. Sebagai hasil dari pergeseran aktif menuju e-commerce ini, 68 persen responden telah memperoleh lebih dari 10 persen melalui penjualan online, yang telah meningkat secara signifikan sebesar 10 poin persentase sejak tahun 2020. Enam puluh satu persen menggunakan media sosial untuk menjual produk dan layanan mereka pada tahun 2021, 51 persen pada tahun 2020.

Sebagai hasil dari kebangkitan e-commerce dan transformasi digital, tujuh dari sepuluh orang mengatakan bisnis mereka akan tumbuh pada tahun 2021, menjadikan Indonesia sebagai juara pertumbuhan bisnis di kawasan. Pencapaian ini tercermin dari proporsi yang sehat dari usaha kecil yang menciptakan lebih banyak pekerjaan. Tiga puluh lima persen responden mengatakan mereka akan mempekerjakan lebih banyak staf pada tahun 2021.

Adi Pudiarso, Ketua Dewan Penasihat CBA Australia Indonesia dan Direktur Pusat Kebijakan Kebijakan Keuangan Kementerian Keuangan Indonesia, mengatakan: “Tahun 2021 merupakan tahun yang sangat menantang bagi usaha kecil di Indonesia karena adanya epidemi. .

READ  Indonesia, Jepang berkolaborasi membangun jaringan penelitian, pendidikan

“Namun, saya bangga melihat perlambatan dan dinamika usaha kecil Indonesia. Hasil jajak pendapat menunjukkan tidak hanya kemampuan mereka untuk mempertahankan operasi bisnis tetapi juga penggunaan e-commerce. Program bantuan pemerintah seperti program PEN dan Rumah BUMN tak ayal membantu.

Keterampilan ini diterjemahkan ke dalam ekspektasi bisnis yang kuat pada tahun 2022. Delapan puluh tujuh persen responden mengharapkan bisnis mereka tumbuh tahun ini, menjadikan Indonesia salah satu pasar tepercaya yang disurvei. Alhasil, pihaknya berniat menambah jumlah pegawai (51 persen).

Sembilan puluh satu persen responden Indonesia memperkirakan bahwa mereka pasti akan membutuhkan pendanaan eksternal pada tahun 2022, yang merupakan hasil tertinggi kedua. Enam puluh delapan persen mencari pendanaan eksternal untuk pengembangan bisnis. Namun, hanya seperempat responden yang mengharapkan dana tersebut dapat diakses atau sangat mudah.

“Usaha Kecil, Mikro, dan Menengah (UMKM) memainkan peran penting dalam perekonomian dan penyerapan tenaga kerja kita. Lingkungan pembiayaan yang ramah akan membantu mereka untuk berkembang. Berdasarkan hasil survei, bank merupakan sumber pendanaan utama mereka. Aturan baru yang dikeluarkan Bank Indonesia seharusnya mendorong perbankan lokal untuk meningkatkan penyaluran kredit kepada UMKM mulai Juni tahun ini.

Sebagai antisipasi, Dr. Adi menyarankan agar usaha kecil Indonesia lebih fokus pada inovasi untuk mempertahankan daya saing mereka di kawasan Asia-Pasifik, karena niat inovasi mereka telah berkurang sejak 2019. “Ketika banyak usaha kecil tumbuh, mereka perlu meningkatkan inovasi mereka. Puncaknya karena ada permintaan pelanggan yang kuat untuk produk atau layanan baru.”

CPA Australia merekomendasikan usaha kecil Indonesia untuk mempertimbangkan:

  • Jelajahi peluang untuk inovasi seperti produk, layanan, atau proses baru.
  • Gunakan dana eksternal untuk pertumbuhan bisnis, tetapi fokus pada rasio utang dan biaya keuangan.
  • Tingkatkan keamanan siber dan tinjau sistem informasi TI secara berkala.
READ  Indonesia kehilangan status pendapatan menengah atas di tengah epidemi