September 23, 2021

Semarak News

Temukan semua artikel terbaru dan tonton acara TV, laporan, dan podcast terkait Indonesia di

WHO mendesak tindakan saat Indonesia kembali ke posisi sebelum Kovit-19, SE Asia News dan berita utama

JAKARTA (REUTERS) – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendesak Indonesia mengambil tindakan untuk mencegah penyebaran virus corona, menyusul data baru yang menunjukkan pergerakan ritel dan hiburan di beberapa wilayah utama telah mencapai level pra-epidemi.

Indonesia yang menjadi episentrum wabah virus corona di Asia bulan lalu memiliki pembatasan mobilitas sosial yang memungkinkan mal dan restoran di area yang ditentukan beroperasi pada kapasitas 25 persen.

Laporan Situasi terbaru WHO menyatakan bahwa ada “peningkatan signifikan dalam gerakan sosial di ritel dan hiburan” di provinsi Panden, Jawa Barat dan Jawa Tengah, dengan populasi sekitar 97 juta. Tempat ritel dan hiburan termasuk restoran, kafe, pusat perbelanjaan, perpustakaan, museum, dan taman hiburan.

Berdasarkan data Google dari minggu kedua Agustus, WHO mengatakan pergerakan mencapai level yang tidak terlihat setelah Februari 2020.

ā€œPenting untuk mengantisipasi dan memitigasi dampak peningkatan mobilitas pada pengembangan rencana konkret dan transmisi operasi darurat dan kapasitas sistem kesehatan,ā€ kata laporan itu.

Karena variasi delta yang sangat menular, kasus virus corona harian di Indonesia mencapai 56.000 bulan lalu, dengan rumah sakit di Kepulauan Jawa yang penuh sesak terbaring di tempat tidur dan dipenuhi oksigen dan pasien.

Pada tanggal 18 Agustus kasus harian turun secara signifikan menjadi sekitar 15.000, tetapi tingkat tes juga turun dan tingkat positif dan jumlah kematian tetap tinggi.

Namun, para ahli kesehatan masyarakat telah menyatakan keprihatinannya Proliferasi delta di daerah terpencil dengan kapasitas sanitasi yang buruk. Viku Adisasmito, juru bicara gugus tugas Pemerintah-19 Indonesia, mengatakan kehati-hatian diperlukan ketika gerakan kembali ke posisi sebelumnya.

“Artinya ada proses pemulihan ekonomi yang cepat, tapi sinyal peningkatan kasus, apalagi minggu depan kita harus lebih waspada,” katanya.

READ  Presiden Indonesia untuk mempertimbangkan kembali pengendalian virus corona saat tuntutan hukum regional meningkat