Rintihan Neraka Ibu Indonesia

“Puisi terbuka dari saya kader HMI mewakili masyarakat awam untuk yang terhormat Ibu Indonesia, Sukamawati Soekarno Putri”

Sukma, demikian Engkau dipanggil

Namun adakah sukma bersemayam padamu?

Hanya Allah yang Maha Tahu

Kau mengaku tak tahu Syariat sang Pencipta

Namun demikian terusiknya Engkau dengan kumandang alunan Surga

Hingga kidung tak tentu rimba lebih indah di telinga

Atau kah secuil telingamu adalah lembar kekufuran dari kerak neraka

Kagummu pada aurat yang tergerai membuatmu resah atas muslimah, wanita dengan iman di dada

Yang setia hingga hijab bahkan cadar membungkus dirinya

Ataukah kau sedang meminjam mata Iblis sang durjana

Hingga Ibu Indonesia kau buat merintih dari neraka

Kau telah tua, sanggulmu tak bisa menutupi keriputmu

Tidakkah lebih bijak kau tutup tusuk kondemu dengan mukena

Dan hapus alis palsumu lalu rapatkan di atas sajadah?

Mohon ampunan pada Allah Penguasa setiap jengkal Indonesia dan semesta

Sukma, tak tahukah kau akan sejarah Nusantara?

Sebelum ada kata Indonesia, kumandang adzan telah bergema

Menyatu dalam dada para syuhada, yang darahnya membasahi karsa

Demi kata dalam lantunan adzan yang terindah yang kau hina

Asyhadu allaa ilaha illallah… Asyhadu annaa Muhammadar Rasulullah…

Tak pernahkah kau tahu

Bahwa takbir Bung Tomo menggelegar membuat sukma para pemuda bergelora ?!

Lisan syaithani memang bisa terdengar indah, jika terdorong dari sukma tanpa getar taqwa

Sudahlah, anak-anak iblis riang berbaris gembira

Menyambut rintihan Ibu Indonesia dari neraka

Namun perlahan dulu wahai bunda yang merana

Indonesia bukan tempat anda

Karena disini, di tanah Nusantara

Telah menghunjam akar Taqwa, berbuah ranum tiada tara

Karena disini, di tanah Nusantara, Semilir angin mengeja titah Sang Maha Bijaksana

Karena merdekanya adalah atas berkat Allah Yang Maha Kuasa

 

Hamba Allah yang lahir dari rahim Ibu Indonesia

Viko Ramadhan (HMI Palembang)

2 KOMENTAR

TINGGALKAN BALASAN