Aimas, Semarak.News – Hingga saat ini, akses wisata di Kabupaten Sorong yang sedang dalam masa uji coba hanya berada di 3 lokasi yakni, Malaumkarta dan Malagufuk di Distrik Makbon dan Jeflio di Distrik Mayamuk, selain dari pada itu, wisata di Kabupaten Sorong diserahkan kepada pihak kampung untuk melakukan promosi.

“Kalau sekarang yang pemerintah lakukan uji coba hanya 3, Malaumkarta, Malagufuk sama Jeflio, luar dari itu masih dikelola oleh masyarakat,” Ungkap Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sorong, M.L Malagam S.Sos.,M.Si kepada Radar Sorong, Kemarin (1/9).

Meski diserahkan kepada pihak kampung, namun ia mengimbau agar biaya yang dikenakan tidak melampaui batas, sehingga ajang promosi kepada masyarakat dapat diterima dengan baik. Karena saat ini, wisata di Kabupaten Sorong yang menurutnya cukup banyak, perlu mendapatkan promosi untuk lebih dikenal oleh masyarakat.

Adanya informasi terkait penyedia jasa wisata yang tidak mematuhi aturan masyarakat kampung, menurutnya perlu menjadi perhatian, salah satunya wisata air terjun di Asbaken. Dikarenakan wisata yang ada saat ini, masih dikelola oleh masyarakat kampung.

“Kalau ada perusahaan wisata yang masuk, harus ada laporan ke masyarakat kampung, kalaupun pungut biaya juga harus sesuai, kerja sama dengan pemerintah daerah juga perlu, terutama dengan adanya peraturan daerah,” terangnya.

Direncanakan Tahun 2021, Peraturan Daerah terkait dengan wisata di Kabupaten Sorong akan diterapkan. Aturan tersebut juga berkaitan dengan biaya yang akan dikenakan disetiap lokasi wisata yang ada di Kabupaten Sorong. “Tahun depan kami sudah terapkan Peraturan Daerah,” ucapnya.

Ia berharap agar masyarakat kampung dapat bergerak aktif untuk melaporkan hal-hal yang dianggap merugikan masyarakat kampung kepada Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga untuk dapat diproses lebih lanjut.

Ia juga menekankan agar beberapa penyedian jasa wisata di Sorong dapat mematuhi aturan yang telah dibuat oleh aparat kampung yang menjaga wisata di Kabupaten Sorong, sehingga tidak melakukan kunjungan secara illegal.

Sumber: https://www.radarsorongnews.com/2020/09/02/kunjungan-wisata-di-kabsor-harus-patuhi-aturan/

LEAVE A REPLY