dari pv majalah global

Sebuah aplikasi yang dimiliki oleh pemerintah Indonesia PT.PLN Pembangkit PV terapung baru telah mulai beroperasi di Tampak Lorok, sebuah kota pesisir di Semarang, Indonesia. Pembangkit Tampak Lorok dengan kapasitas puncak 562 kW dioperasikan oleh anak perusahaan PLN PLN Indonesia Power (PLN IP). PLN mengklaim sebagai instalasi panel surya terapung terbesar di Indonesia hingga saat ini.

Pembangkit terapung ini merupakan bagian dari proyek PV 920 kW yang lebih besar yang sedang dibangun di lokasi kompleks pembangkit listrik tenaga gas dan uap yang dioperasikan oleh unit pembangkit listrik PLN IP Semarang. Dibangun oleh PLN IP dan anak perusahaannya PT Indo Energi Hijau, pembangkit PV terapung ini dibangun selama delapan bulan di atas tambak seluas 1 hektar. Perusahaan mengatakan pabrik tersebut akan menghasilkan 1,4 juta kWh per tahun, membantu mengurangi emisi CO2 sebesar 1.304 ton.

PLN telah mengambil beberapa inisiatif untuk mencapai tujuan tersebut, seperti penghentian pembangkit listrik tenaga batu bara secara bertahap, kata Direktur Eksekutif PLN Dharmawan Prasodjo. Sebagai gantinya, PLN mulai membangun pembangkit energi baru terbarukan. Dia menambahkan, strategi utama perusahaan adalah beralih dari pembangkit berbasis fosil ke pembangkit bertenaga energi terbarukan.

Array PV terapung merupakan bagian dari upaya grup untuk mengembangkan lahan potensial yang dapat diintegrasikan dengan pembangkit energi terbarukan.

READ  Zelenskiy dari Ukraina bertemu dengan Prabowo dari Indonesia, pejabat AS di Dialog Shangri-La Singapura

IP PLN kata baru-baru ini Perusahaan sedang mencari mitra investasi potensial untuk proyek Proyek Hijaunesia 2023. Proyek ini mencakup beberapa pembangkit tenaga surya dan ladang angin skala besar yang dipasang di darat dan terapung.

Pengarang: Edgar Mesa

Konten ini dilindungi oleh hak cipta dan tidak boleh digunakan kembali. Jika Anda ingin berkolaborasi dengan kami dan menggunakan kembali beberapa konten kami, silakan hubungi: [email protected].