PMI Asal Amfoang Meninggal di Malaysia

PMI Asal Amfoang Meninggal di Malaysia

0
14
Keluarga Rita saat berkonsultasi di BP2MI NTT, Selasa (16/6/2020).

Kupang, Semarak.News – PMI atau Pekerja Migran Indonesia bernama Rita Mariana Nopus berasal dari RT 12/RW 03 Desa Oelfatu, Kecamatan Amfoang Barat Laut, Kabupaten Kupang diketahui meninggal di Malaysia. Belum diketahui pasti penyebab kematian Rita.

Sampai saat ini jenasahnya masih berada di Malaysia. Keluarga Rita memutuskan untuk berkunjung ke kantor BP2MI NTT, Selasa (16/6/2020) untuk mendapatkan informasi penyebab kematian Rita dan berkonsultasi agar jenazah bisa segera dipulangkan.

Ayah Rita, Adam Nofus mengaku Rita merupakan sulungnya yang pergi ke Malaysia sejak tahun 2018 yang lalu secara legal melalui Pt. Alfira Perdana Jaya.

Kabar kematian Rita, ia dengar saat menerima telepon dari majikan Rita pada Minggu (14/6/2020).

“Pertama kami dengar dari temannya dua minggu lalu itu di Malaysia bilang katanya dia sementara sakit di sana jadi minta untuk didoakan, jadi kita pergi berdoa. Besoknya kawan bilang dia sudah sehat, makanya kami pikir baik-baik saja. Nah, hari Jumat kemarin ini telpon lagi bilang harus bawa dia punya berkas semua. Tapi saya tidak pergi karena mau kasih berkas seperti apa lagi. Hari Minggu kemarin ini yang majikannya telepon bilang sudah meninggal di sana,” Ujar Adam Nofus.

Ia sangat berharap bisa mengetahui penyebab kematian putri sulungnya dan jenazah Rita bisa secepatnya dipulangkan.

Marice Nisipeni, ibu kandung Rita mengaku selama dua tahun di Malaysia, Rita sudah dua mengirim uang sebesar Rp16 juta yang diterimanya melalui PT tempat ia diberangkatkan.

“Dia juga tidak pernah telepon kami. Saat kirim uang pertama itu Rp 5 juta dan dua kali kirim jumlahnya itu ada 16 juta semua yang kami ambil dari PT,” Ujar Marice.

Kepala Seksi Perlindungan dan Pemberdayaan BP2MI Timotius Suban mengaku pihaknya baru mengetahui hal tersebut setelah keluarganya datang melaporkan hal itu ke kantor BP2MI.

“Ini kita baru tahu ini, awalnya kita tidak tahu,” ujar Timotius.

Ia mengatakan pihaknya sudah mengecek status Rita. Rita merupakan TKI resmi tapi masanya sudah selesai karena aturan PMI masanya hanya berlaku dua tahun.

“Kalau PT yang rekrut dia itu datanya ada tapi sudah ditutup dari April 2018 kalau tidak salah. Nanti kita cek dulu kalau masih dalam kontrak, itu tanggung jawab PT. Tetapi, kalau sudah di luar itu tanggung jawab sendiri,” ujar Timotius.

Sementara itu salah satu perwakilan dari PT yang merekrut Rita enggan memberikan informasi ketika ditemui di BP2MI.

“Saya tidak bisa kasih statement karena hanya mewakili saja,” ujar Timotius.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY