Sorong, Semarak.News – Masalah pendidikan di Kabupaten Sorong, khususnya soal kurangnya tenaga pendidik (guru), Pimpinan DPRD Kabupaten Sorong mengusulkan adanya kerjasama antara Pemkab Sorong dengan Universitas Pendidikan Muhammadiyah (Unimuda) Sorong untuk merekrut alumni Unimuda dari fakultas keguruan untuk ditempatkan di sekolah-sekolah yang kekurangan guru.

“Alumni dari Unimuda jurusan keguruan itu harusnya dimanfaatkan, mereka banyak kenapa tidak dimanfaatkan untuk menjadi pengajar di SD-SD yang ada di Kabupaten Sorong ini,” ujar Wakil Ketua II, Adam Syatfle, SE kepada media, di Kantor DPRD Kabupaten Sorong, Jumat (1/11).

Terkait hal tersebut, Adam memastikan tahun 2020 pemanfaatan alumni keguruan di Kabupaten Sorong akan dilakukan, karena menurutnya hal tersebut salah satu solusi yang dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan guru yang ada di Kabupaten Sorong saat ini. Selain itu, ia juga menekankan agar dinas terkait dapat mengangkat dan merekomendasikan calon guru tersebut agar menetap di tempat tugas masing-masing.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Sorong, Habel Yadanfle, SH mengakui kondisi pendidikan di Kabupaten Sorong yang masih memprihatinkan. Meski ia juga tidak memungkiri upaya dari Pemerintah Daerah Kabupaten Sorong untuk memaksimalkan pendidikan di Kabupaten Sorong. “Itu memang fakta, itu kenyataan yang tidak bisa dipungkiri. Tapi, kita lihat juga upaya pemerintah untuk memperoleh tenaga pengajar, namun tetap kurang dan itu jadi dilema,” ucapnya.

Untuk guru yang melalaikan tugas, menurutnya perlu diberikan tindakan tegas. Adapun nantinya dibuat peraturan untuk guru-guru di Kabupaten Sorong, menurutnya hal tersebut akan ditinjau dan didukung demi memajukan pendidikan di Kabupaten Sorong.

LEAVE A REPLY