Padang, Semarak.News — Berbeda dengan bermain catur di Sekretariat Percasi Padang, bermain papan catur yang berukuran besar ini mampu mengundang banyak orang untuk datang dan bisa dinikmati oleh masyarakat banyak. Selain itu, disekitar Taman Catur, terdapat meja-meja dan kursi-kursi yang bisa digunakan oleh pengunjung untuk menyaksikan permainan catur.

“Tapi sekarang, beginilah kondisinya. Meja-meja itu banyak yang keropos dan berlumut. Bahkan sudah beralih fungsi jadi tempat duduk,” jelas Deddi Djaafar.

Pada hari-hari libur seperti hari Minggu ini (20/10/2019) warga cukup ramai memainkan catur. Tapi kondisi bidak catur dan sekeliling taman cukup memprihatinkan.

“taman catur memang dikelola Percasi Kota Padang, tapi karena kurang pengawasan, jadinya Bidak (pion) catur banyak yang rusak. Bidak itu tidak bisa diperbaiki lagi, bagusnya diganti agar masyarakat bisa menikmati permainannya. Untuk menggantinya tidak ada anggaran. Kisaran harga memperbaikinya Rp 300-350 ribu per buah catur,” ungkap Deddi Djaafar.

Selama ini Percasi Padang sudah berusaha memperbaiki secara swadaya. Ia berharap pemerintah kota memberikan perhatian penuh pada taman catur di Gor H Agus Salim. Karena menurutnya selain untuk olahraga, permainan catur dapat digunakan untuk mengasah otak tapi juga mampu menghilangkan stres.

Tiap akhir pekan, taman catur ini selalu ramai dikunjungi. Taman catur ini dibuat agar permainan catur lebih bervariasi dan bisa dinikmati masyarakat.

“Walaupun kondisinya cukup memprihatinkan. Anggaran tidak ada, ya kami sebagai pecinta olahraga catur tentu berusaha memperbaiki secara swadaya,” ucap Deddi Djaafar. [FD]

LEAVE A REPLY