Dairi, Semarak.News – Panitia Pengawasan Pemilihan (Panwaslih) Kabupaten Dairi menggelar pertemuan bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU) Dairi, tim pemenangan masing-masing pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Dairi, dan Gakkumdu tanggal 25 April 2018. Pertemuan itu dilakukan untuk mengevaluasi pelaksanaan masa kampanye hingga saat ini.

Diketahui, pihak-pihak yang hadir menginginkan adanya persamaan persepsi untuk meminimalisir pelanggaran saat kampanye sesuai PKPU No. 4 Tahun 2017 Tentang Kampanye Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Walikota dan Wakil Walikota.

“Kami melakukan evaluasi terkait perjalanan kampanye yang sudah lewat selama dua bulan. Banyak terjadi beberapa pelanggaran yang ditemukan oleh Panwas terkait netralitas, kegiatan posko, dan kampanye diluar zona yang ditentukan.”, jelas Pandapotan saat ditemui di Kantor Panwaslih Dairi, Rabu (25/04/2018).

Terdapat beberapa poin yang disepakati dalam pertemuan tersebut, yaitu tidak melibatkan ASN dan anak-anak saat kampanye, tidak menggunakan tempat ibadah sebagai sarana kampanye, penggunaan pengeras suara saat konvoi menuju tempat kampanye hanya boleh dilakukan pada zona kampanyenya, dan tidak boleh melakukan kegiatan posko pada saat paslon lain berkampanye di lingkungan yang sama.

Sebelumnya, masih ditemukan beberapa pelanggaran kampanye, seperti keterlibatan Tingki Simamora selaku Camat Kecamatan Sumbul dalam kampanye dan penggunaan pengeras suara saat konvoi menuju tempat kampanye yang dilakukan salah satu tim pemenangan paslon.[CRZ].

LEAVE A REPLY