September 23, 2021

Semarak News

Temukan semua artikel terbaru dan tonton acara TV, laporan, dan podcast terkait Indonesia di

Konsistensi – CNA

JAKARTA: Indonesia adalah yang terbesar di Asia Tenggara dengan proyek pembangkit listrik tenaga surya terapung 145 megawatt (megawatt), dengan perusahaan listrik negara Perusahan Listrik Negara (PLN) dan Mustar Uni Emirat Arab pada Selasa (3 Agustus).

Indonesia telah menetapkan target 23 persen energinya dari sumber terbarukan pada tahun 2025 dan pemerintah mengatakan akan beralih dari batu bara dan mencapai emisi nol bersih pada tahun 2060.

“Dengan mendapatkan dukungan dana untuk proyek ini, pekerjaan konstruksi dapat segera dimulai,” kata Direktur Utama PLN Zulkifli Jaini dalam konferensi daring, Selasa.

“Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, kami berharap proyek ramah lingkungan ini dapat meluncurkan operasi bisnis sesuai jadwal,” tambahnya.

Baca: Mengapa Indonesia Berjuang untuk Memanfaatkan Potensi Mataharinya?

Perusahaan patungan antara PLN dan unit Mustar di Jawa Barat, Pembangkit Listrik Tenaga Fotovoltaik Terapung Chirada diharapkan menjadi yang terbesar di Asia Tenggara dan dijadwalkan mulai beroperasi secara komersial pada November 2022.

Proyek ini didanai oleh Sumitomo Mitsui Banking, Society General dan Standard Charter Bank, Muster mengatakan dalam sebuah pernyataan terpisah pada hari Selasa.

Laporan itu menambahkan bahwa pekerjaan konstruksi pada proyek itu sedang berlangsung.

Baca: Waduk Kelapa Floating Solar Farm Resmi Dibuka, Perdana Menteri Lee Sebut ‘Langkah Besar’ Menuju Kelestarian Lingkungan

PLN mengatakan secara bertahap akan menutup pembangkit listrik tenaga batu bara, yang saat ini memenuhi 60 persen kebutuhan energi Indonesia.

Sekitar setengah dari perkiraan 417 gigawatt (GW) energi terbarukan di Indonesia mungkin berasal dari tenaga surya, tetapi kurang dari 0,1 persen dari energi tersebut digunakan, kata Datan Gustiana, seorang pejabat di Kementerian Energi Online.

READ  Republik Indonesia mengumumkan hasil seruan konsesi

“Kami meminta PLN memberikan tekanan pada pertumbuhan terbarukan, termasuk solar, mengingat pembangkit listrik tenaga surya terapung di Indonesia,” katanya.

Indonesia memiliki 375 danau atau waduk dimana PLN dapat membangun pembangkit listrik tenaga surya terapung untuk menghasilkan tambahan listrik sebesar 28 gigawatt.