Mei 28, 2022

Semarak News

Temukan semua artikel terbaru dan tonton acara TV, laporan, dan podcast terkait Indonesia di

Indonesia soroti proyek listrik prioritas dunia pada 2022

Soroti proyek listrik prioritas untuk Indonesia 2022 hinh anh 1 Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arif Dasrib. (Foto: Andara)

Jakarta (VNA) Indonesian Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menarik perhatian banyak pihak.
Proyek listrik prioritas Listrik ke Indonesia tahun 2022, sampai gratis
Instalasi listrik Membantu mendirikan pembangkit listrik tenaga surya atap.

“Upaya pemerintah untuk elektrifikasi Indonesia akan terus diintensifkan, termasuk peluncuran proyek-proyek prioritas,” kata Tasrif dalam sebuah pernyataan pada 14 Januari mengutip Kantor Berita Indonesia Andara.

Beberapa kegiatan prioritas Kementerian ESDM antara lain energi baru terbarukan dan konservasi energi dan ketenagalistrikan, pemasangan 79 pembangkit listrik tenaga surya rooftop berkapasitas 2,3 MWp di 33 provinsi, 22 ribu lampu jalan surya, dan tiga stasiun mikrohidro.

Proyek prioritas berikutnya adalah paket 11.347 peralatan distribusi tenaga listrik, revitalisasi 11 pembangkit listrik energi baru terbarukan dan bantuan penyambungan listrik gratis baru mencapai 80.000 di 32 provinsi.

Proyek ketenagalistrikan lainnya sedang dicanangkan Kementerian ESDM, di antaranya target pembangkitan kapasitas 76,3 GW untuk menjaga ketersediaan listrik guna mendorong pertumbuhan ekonomi.

Selain itu, Kementerian ESDM telah menetapkan target 100 persen dari kapasitas terpasang dan tingkat elektrifikasi 1.268 kWh, pembangkit listrik energi baru terbarukan 11.791 MW konsumsi listrik per kapita dan tingkat desa berlistrik.

Selain itu, telah menetapkan batas emisi karbon dioksida sebesar 91 juta ton pada tahun 2022, dan dengan perluasan rencana kementerian atau lembaga, pemerintah daerah dan BUMN untuk mengubah 1.000 sepeda motor bertenaga bensin menjadi sepeda motor listrik.

READ  Pekerjaan dimulai pada pembangkit listrik tenaga surya terapung 145 MW di Indonesia