Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia Unsyiah mengajak Kalangan Muda Banda Aceh mengerti Revolusi...

Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia Unsyiah mengajak Kalangan Muda Banda Aceh mengerti Revolusi Industri 4.0

0
56
Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia Unsyiah mengajak kalangan muda Banda Aceh mengerti Revolusi Industri 4.0

Banda Aceh, Semarak.News – Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia Unsyiah mengajak kalangan muda Banda Aceh mengerti Revolusi Industri 4.0 melaui Seminar Nasional “Revolusi Industri 4.0”. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Minggu (6/10).

Seminar ini menghadirkan narasumber yang sangat berkompeten pada bidangnya antara lain, Direktur Bioenergi Kementerian ESDM (Andriah Feby Misna, S.t., M.T., M.Sc.), Founder Kebun Kurma Barbate (Mahdi Muhammad), Direktur PT. Mitra Abadi (Ir. Zulkarnain Djalal) serta didamping oleh moderator dari Pegiat Perempuan Aceh sekaligus Dosen Teknik Kimia Unsyiah (Suraiyya Kamaruzzaman, S.T., M.T.)

Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia Unsyiah mengajak kalangan muda Banda Aceh mengerti Revolusi Industri 4.0

Kegiatan yang berlangsung ini bermaksud untuk mengedukasi baik dari kalangan mahasiswa maupun umum bahwa Revolusi Industri 4.0 dapat memudahkan kelangsungan hidup manusia, diantaranya di bidang energi, usaha, entertainer, dan bukan hanya dari bidang IT saja. Selain itu, dapat juga dengan mengoptimalkan pemanfaatan IT, sehingga dari perkembangan tersebut dapat mengembangkan potensi lainnya dalam mendukung Industri 4.0.

Ambri Agusmanto dan Nur Mala Hayati selaku Panitia Seminar Nasional “Revolsi Industri 4.0”

Nur Mala Hayati selaku panitia Seminar Nasional “Revolusi Industri 4.0” mengatakan “Kegiatan ini untuk mengedukasi baik dari mahasiswa maupun kalangan umum bahwa dengan adanya Industri 4.0 dapat memudahkan kegiatan-kegiatan kita dalam kehidupan sehari-hari, seperti adanya Gojek maupun Grab yang saat ini mampu membantu kebutuhan secara mudah. Selain itu, industri-industri juga semakin mengandalkan alat untuk menghasilkan suatu produk yang presisi. Untuk itu, masyarakat juga harus lebih berinovatif, sebab lapangan pekerjaan menjadi lebih sempit karena tenaga kerja dari manusia menjadi lebih sedikit.”

Pihaknya mengharapkan bahwa masyarakat dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0 agar lebih kreatif dan inovatif lagi untuk melihat keadaan dan mengambil potensi dari revolusi industri tersebut sehingga mampu bersaing dengan perkembangan zaman.

Perkembangan IT yang sedang berjalan di masyarakat dan dunia industri sebaiknya dimanfaatkan oleh pemerintah untuk mengembangkan wilayahnya dengan menyesuaikan dengan era teknologi sekarang. [ERU]

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY