Dana Bantuan Harus Dihabiskan?

Mataram, Semarak.news – Bantuan berupa buku tabungan yang terisi uang sebanyak Rp 50 juta, sudah diterima oleh korban gempa lombok. Namun, proses pencairannya tidak semudah yang diperkirakan oleh masyarakat. Seperti yang dialami masyarakat Giri Menang. Ada beberapa persyaratan dan administrasi yang perlu dipenuhi oleh warga agar pencairan dapat dilakukan. Sebelumnya presiden telah memberikan kebebasan bagi korban gempa dalam penggunaan dana bantuan. Meski demikian, tetap fokus yang dikhususkan adalah pembangunan tempat tinggal warga yang rusak.

 

Perbedaan mekanisme penggunaan dana yang diarahkan oleh pihak yang terkait sangat berbeda dengan yang dijelaskan oleh Presiden. Kepala Pelaksana BPBD Lobar, M Najib mengatakan warga memang diarahkan untuk membangun RISHA (Rumah Instan Sehat Sederhana). Hal ini dilakukan sebagai standar bangunan tahan gempa. Menurutnya, uang bantuan sebesar Rp 50 juta tersebut merupakan harga standar untuk membangun RISHA. Dana bantuan pun sudah seharusnya dihabiskan untuk pembangunan tersebut, katanya.

 

Jika masyarakat ingin membangun bangunan lain (kecuali RISHA), maka akan ada tim teknis atau pendamping dari Kementrian PUPR, BNPB atau BPBD untuk melakukan penilaian terhadap bangunan tersebut. Masyarakat akan membangun bangunan menggunakan dana pribadi terlebih dahulu. Jika bangunan dinilai tidak memenuhi standar, maka biaya pembangunan tidak akan diganti

 

Hal ini dikeluhkan oleh warga korban gempa. Kebutuhan yang mereka perlukan bukan hanya pada pembangunan rumah saja. Tetapi mereka juga membutuhkan modal untuk usaha dan lain sebagainya. Presiden sebelumnya sudah mengarahkan warga untuk dapat menggunakan dana sisa pembangunan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun, pada kenyataan nya ha tersebut tidak dapat dilakukan. Ditambah lagi dengan pembentukan Pokmas berdasarkan juklak dan juknis yang telah ditetapkan. Warga khawatir adanya orientasi lain di balik pembentukan Pokmas tersebut dan terjadi pemotongan dana bagi korban gempa NTB. (SN)

TINGGALKAN BALASAN