Abad 21! Menuntut Anak-Anak Memiliki Kemampuan Lebih Terkhusus dalam Hal Membaca

Bandung, Semarak News – Anak-anak yang berkemampuan lebih seperti kreatif, mampu berpikir kreatif, komunikatif, dan mampu bekerja sama sangat dibutuhkan di era abad 21.

Seminar literasi Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) bertema ‘Gerakan Nasional Orangtua Membacakan Buku di PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini)’ di Trans Studio Bandung, Jalan Gatot Subroto, Senin (26/2/2018). Seminar diadakan selama dua hari, yakni Senin sampai Selasa (27/02/2018).

“Abad 21 membutuhkan anak-anak yang mampu berpikir kritis, kreatif, komunikatif, dan mampu bekerja sama,” sambutan dari Dr. Sukiman, M.Pd. Direktur Pembinaan Pendidikan Keluarga dari Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat.

Sukiman menekankan, pada abad 21 sangat membutuhkan kecakapan literasi dasar yang mencakup kemampuan baca tulis, numerasi, sains, mengelola keuangan, teknologi digital, dan memahami budaya dan kewarganegaraan Indonesia. ini semua bisa diperoleh apabila anak-anak dan kita semua rajin membaca.

“Anak-anak kita lebih suka nonton TV dari pada mmbaca. Kita sendiri, orang dewasa pada umumnya minat bacanya juga sangat rendah. Belum tentu satu buku kita selesaikan dalam satu bulan. Membaca pesan yang agak panjang pun seringkali malas,” tambahnya dalam sambutan.

Tambahnya, padahal tantangan abad 21 dan peradaban dunia ke depannya menuntut kita untuk banyak membaca, membaca, dan membaca. Di samping itu, Pendidikan di bangku sekolah hanyalah sebuah pengantar, belajar sepanjang hayat setelahnya menjadi sebuah keharusan bila kita tidak ingin terlindas zaman.

Gerakan Nasional Orangtua Membacakan Buku, lanjutnya, adalah suatu gerakan untuk mendukung inisiatif dan peran keluarga dalam meningkatkan minat baca anak melalui pembiasaan di rumah, di PAUD, dan di masyarakat.

Sukiman menambahkan manfaat membacakan buku pada anak. antara lain, meningkatkan kosa kata anak. Meningkatkan kedekatan anak dengan orang tua. Meningkatkan rasa keingintahuan anak. Meningkatkan keinginan anak untuk terus belajar dan belajar. Mencerdaskan anak.

“Selain itu, tujuan gerakan ini adalah untuk membiasakan orang tua membacakan buku bersama anak-anak mereka. Mempererat hubungan sosial-emosional antara anak dan orang tua. Menumbuhkan minat baca anak sejak dini,” kata Direktur Pembinaan Pendidikan Keluarga.

Tutupnya, Sukiman berharap dari Gerakan Nasional Orangtua Membacakan Buku ini, orangtua lebih sering membacakan buku kepada anak, termasuk sebagai pengantar tidur. Kemudian, pelibatan orangtua untuk membacakan buku di lembaga lebih sering dilakukan. Lalu, di lembaga PAUD, terbentuk perpustakaan buku anak yang dikelola oleh paguyuban orangtua untuk kepentingan terbaik anak-anak lndonesia. (Zul)

TINGGALKAN BALASAN