Ada Apa Setelah Tersangka ?

sumber : Bintang.com

Banten, SemarakNews.com – Setelah kurang lebih selama dua bulan, dunia media sosial dan pemberitaan di hebohkan dengan kejadian dugaan penistiaan agama yang dilakukan oleh gubernur DKI kala itu yakni Basuki Tjahaya Purnama atau yang dikenal dengan panggilan Ahok. Maka minggu-minggu ini akan memasuki babak baru yakni Ahok yang telah ditetapkan sebagai tersangka pada tanggal 16 November 2016 oleh Mabes Polri atas dugaan kasus tersebut.

Penetapan status tersebut merupakan jawaban dari keraguan umat muslim atas perlakuan pihak Polri terhadap Ahok yang dikenal memiliki kedekatan khusus dengan Presiden Jokowi sebagai mantan atasannya ketika menjadi gubernur DKI Jakarta. Karena merupakan hal yang manusiawi jika sebagai bekas atasan memiliki perhatian khusus kepada mantan bawahan. Hal ini lah salah satunya yang mendorong aksi besar umat muslim pada tanggal 4 november 2016, yakni dengan maksud meminta agar aparat hukum segera memproses penegakkan hukum atas kasus penistaan agama dan meminta agar Presiden Jokowi tidak melakukan intervensi.

Dan untuk menjawab hal tersebut, Presiden langsung menyatakan bahwa dirinya tidak akan melakukan intervensi hukum terhadap kasus tersebut, dan Polri sebagai institusi menjanjikan bahwa kasus tersebut mendapatkan perhatian khusus dan akan diselesaikan dalam kurun waktu sekitar 2 (dua) minggu sejak aksi besar besaran tanggal 4 November 2016.

Sekalipun mendapat janji demikian, namun masih ada keraguan dari kalangan ulama dan aktifis pergerakan islam yang masih memiliki anggapan bahwa Ahok akan terbebas dari tuntutan hukum atas kesalahan yang telah dilakukannya. Dan untuk mengantisipasi dan mengawal agar penegakkan hukum sesuai dengan undang undang yang berlaku, maka digagas rencana aksi yang lebih besar yakni Aksi Damai Bela Islam III yang akan dilaksanakan pada tanggal 25 November 2016. Hingga akhirnya tanggal 16 November 2016 telah dinyatakan bahwa Ahok menyandang status tersangka pada kasus yang dipersoakan umat muslim.

Lalu jika telah dinyatakan status tersangka maka proses penyidikanpun dilakuan oleh para penyidik mabes polri untuk melengkapi barang dan alat bukti yang akan diajukan kepada pihak kejaksaan untuk selanjutnya dibawa ke pengadilan guna dilaksanakan proses persidangan. Dan tahapan proses tersebut membutuhkan waktu yang tidak cepat, mengingat dibutuhkan kehati-hatian dari para penyidik sebelum melakukan pelimpahan kepada pihak kejaksaan untuk disidangkan.

Sehingga bukan hal yang aneh jika ada berkas yang terkesan di ‘ping-pong’ antara pihak Polri dengan pihak kejaksaan agar memenuhi kaidah hukum yang di persyaratkan yakni agar berkas tersebut memenuhi istilah P-21, istilah yang digunakan untuk menyatakan pemberitahuan bahwa hasil penyidikan sudah lengkap.

Berbagai tahapan proses tersebut membutuhkan waktu dalam kurun minggu hingga bulan, sehingga dibutuhkan kesabaran bagi pihak yang secara khusus akan memperhatikan dan mengawasi jalannya kasus tersebut. Dan selama berjalannya proses hukum maka tentunya diperlukan suasana yang kondusif, terutama di kalangan umat muslim agar mempercayai proses tersebut kepada pihak aparat hukum yang berkerja secara profesional berdasarkan undang undang dan peraturan yang berlaku di Indonesia.

Pengertian suasana kondusif yang dibutuhkan salah satunya adalah melakukan pengamatan dan pengawasan langsung dengan pihak terkait tanpa harus melakukan aksi turun ke jalan sebagai bentuk tekanan yang dapat menyebabkan ber-alih-nya fokus ummat dari pokok persoalan hukum kepada persoalan lainnya, seperti persoalan politik.

Setiap kali terjadi aksi masa terutama dalam jumlah yang sangat besar, maka seringkali ada pihak yang berusaha memanfaatkan untuk memenuhi kepentingan pribadi-nya. Padahal sebagaian besar ummat muslim yang turun ke jalan memiliki niat murni yang suci dalam rangka menyatakan ketersinggungan dan keprihatinannya terhadap perilaku yang menistakan agama yang peluk dan diyakini kebenarannya tersebut.

Semoga dari status tersangka yang telah dinyatakan tersebut maka akan berlanjut kepada proses persidangan yang akan membuka lebih jelas duduk perkara yang sebenarnya dari dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Ahok. Dan umat muslim tinggal menunggu dengan sabar sambil memperhatikan bagaimana aparat hukum bekerja sebaiknya dalam rangka menegakkan supremasi hukum di Indonesia.

Penulis : Malik Al-Banteni
(Warga Banten)

TINGGALKAN BALASAN