Kepolisian Filipina Batalkan Pembelian Senjata dari Amerika Serikat

Foto : static.atimes.com

Jakarta, Semarak.news – Kepolisian Filipina membatalkan pembelian 26000 pucuk senjata kepada Amerika Serikat atas perintah Presiden Filipina, Rodrigo Duterte. 26000 pucuk senjata bukanlah jumlah kecil untuk dibatalkan, jika kita konversikan ke US Dollar, satu pucuk senjata jenis M-16 ataupun Pistol dapat dihargai kurang lebih USD 1500. Selanjutnya jika dikalikan dengan 26000, maka AS akan menderita kerugian sebesar USD 3.600.000 atau sekitar Rp. 48 Miliar.

“Kami tidak akan bersikeras membeli senjata mahal dari Amerika Serikat. Kami selalu bisa mendapatkan senjata di tempat lain. Saya memerintahkan Kepolisian untuk membatalkannya. Kami tidak membutuhkan mereka,” Seperti yang Duterte katakan pada pidato di televisi pada acara yang dihadiri para pemimpin pemberontak Muslim.

Duterte beranggapan bahwa senjata untuk Kepolisian Filipina tidak butuh dari Amerika Serikat melainkan bisa didapatkan dari sumber lain yang harganya lebih murah. Selain itu, senjata buatan AS mulai kurang bersaing dengan senjata buatan negara lain. Hal ini berdampak secara diplomatis dan menyebabkan hubungan Amerika Serikat dan Filipina kian memanas yang telah dimulai sejak peristiwa dugaan pelanggaran HAM.

Duterte terlihat menunjukan ketegasannya menolak pembelian senjata dari Amerika Serikat. Duterte berkata, “Tiongkok dan Russia bersedia memenuhi persediaan senjata yang dibutuhkan Filipina”.

Sikap keras Duterte terhadap Amerika Serikat tidak hanya akan memanaskan hubungan antar Filipina dan AS, tetapi juga akan berdampak pada haluan ekonomi Filipina. Filipina yang selama ini bergantung pada AS akan berpindah ke superpower lainnya, khususnya Tiongkok dan Russia. Hal ini tentunya dilakukan dengan pertimbangan matang Presiden Duterte untuk kemajuan Filipina.

(YA)

TINGGALKAN BALASAN