PPP Kubu Romi menyatakan bahwa Kubu Djan hanya memiliki sedikit pendukung

Jakarta, semarak.news – Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada DKI Jakarta) yang dilaksanakan pada Februari 2017, terjadi perpecahan di kubu internal Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Muktamar Jakarta menghasilkan kubu Djan Faridz yang mendukung pasangan Basuki Tjahja Purnama (Ahok)- Djarot dan kubu PPP yang dipimpin Romahurmuzir (Romi) yang mendukung pasangan Agus Harimurti – Sylviana Murni.

Ketua DPP PPP kubu Romi, Lena Maryana dalam konferensi pers nya Selasa (19/10) mengatakan deklarasi yang dilakukan kubu Djan Faridz terhadap pasangan Ahok-Djarot tidak sah. Menurutnya, MA telah menolak hasil Muktamar Jakarta, sementara Kemenkum HAM telah membatalkan SK Muktamar Surabaya.

“ Kemenkum HAM menyurati Djan Faridz untuk memenuhi 5 butir pengesahan, diantaranya susunan kepengurusan, dan surat Mahkamah partai yang semuanya tidak dapat dipenuhi Djan Faridz”. Ujar Lena.

Dilain tempat, tepatnya di Asrama Haji Pondok Gede, PPP sendiri telah menggelar Muktamar Islah hasil mediasi Kemenkum HAM. Muktamar ini diakui sebagai kegiatan resmi partai, oleh karena itu hasil dari muktamar ini mengatasnamakan partai yang mendukung di pilkada 2017.

“Pihak yg terkait sudah ikut kecuali Djan Faridz dan para pengikutnya”. Ujan Lena

Atas alasan tersebut, Lena mengklaim SK Kepenegurusaan DPP PPP hasil Muktamar Pondok Gede ‘clear’ and ‘clean’. Kepengurusannya hanya dapat diubah melalui mekanisme yang diatur dalam AD/ART PPP melalui Muktamar Luar Biasa, bukan oleh intervensi pihak manapun. (MI)

TINGGALKAN BALASAN