Presiden Perintahkan Pecat Oknum Kemenhub Yang Terlibat Pungli

Presiden Jokowi [sumber: m.rmol.co]

Jakarta, Semarak.News – Setelah beberapa saat melakukan rapat terbatas terkait reformasi hukum untuk perbaikan pada tubuh kementerian atau lembaga, Presiden Jokowi mendapatkan laporan dari Kapolri bahwa terdapat operasi tangkap tangan adanya pungli di Kementerian Perhubungan dan langsung mendatangi TKP. Dalam operasi tangkap tangan (OTT) tersebut, terbukti petugas Kemenhub melakukan pungli dengan modus operandi memperlambat izin para pengusaha kapal dan membayar oknum petugas untuk mempercepat perizinan. Kejadian tersebut terjadi di Lantai 6, Pelayanan Terpadu Satu Atap dan di lantai 12, Bidang Perkapalan.

Sementara hasil penyidikan dari Kepolisian, ditemukan sejumlah barang bukti berupa uang di lantai 6 bernilai 34 juta rupiah, dilantai 6 hingga mencapai 61 juta rupiah dalam bentuk tunai dan dalam tabungan hingga 1 Miliyar rupiah, surat pelaut, passpor, telepon genggam.

Kejanggalan terjadi dalam pengurusan perizinan bidang perkapalan mulai dari administrasi pembuatan surat pelaut hingga pengukuran kapal yang seharusnya melalui online dan tidak dipungut biaya.

Setiap perizinan dipungut seharga ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Polisi menduga bahwa pelaku melakukan hal tersebut sudah lama. Dari data yang dihimpun, sementara pejabat yang sudah tertangkap tangan berinisial AR. Pungutan liar ini melibatkan calo yang menghubungkan masyarakat dengan oknum petugas dari Kemenhub yang mempunyai kewenangan mengeluarkan perizinan termasuk Kasi bidang Perkapalan.

Setelah setengah jam di Kemenhub, Presiden Jokowi keluar untuk memberikan klarifikasi. Dalam statmennya Jokowi perintahkan pemecatan kepada yang bersangkutan. “Saya perintahkan pecat yang melakukan pungli”, ujar tegas orang nomor 1 di Indonesia ini. (RDN)

TINGGALKAN BALASAN