Malaysia Belajar Penerapan Syariat Islam di Aceh

Masjid Raya Baiturahman [disbudpar.acehprov.go.id]

Banda Aceh, Semarak.news – Delegasi negeri jiran Malaysia berkunjung ke Banda Aceh guna mempelajari penerapan Syariat Islam di Aceh.

Ketua Delegasi Malaysia, Datok Ahmad bin Kasim di Banda Aceh, Kamis (29/9/2016), mengatakan, kedatangan pihaknya ingin mempelajari bagaimana proses dan tahapan dari awal hingga Aceh menerapkan syariat Islam.

“Aceh berada di bawah pemerintahan Indonesia yang bukan negara syariah. Tapi, Aceh mampu mengurus hingga akhirnya menerapkan Syariat Islam,” kata Datok Ahmad bin Kasim.

Pernyataan tersebut disampaikan Datok Ahmad bin Kasim dalam pertemuannya dengan sejumlah pejabat Pemerintah Kota Banda Aceh di ruang rapat Wali Kota Banda Aceh.

Kepala Dinas Syariat Islam Kota Banda Aceh Mairul Hazami mengatakan, perjuangan syariat Islam di Aceh sudah berlangsung lama. Bahkan, perjuangan itu sejak Aceh menjadi bagian dari NKRI. “Sebagai daerah yang berjasa dalam kemerdekaan Indonesia, Aceh meminta syarat kebebasan menerapkan syariat Islam, dan disetujui oleh Presiden Soekarno kala itu,” tambahnya.

Senada juga diungkapkan Ketua Majelis Adat Aceh (MAA) Kota Banda Aceh Sanusi Husein. Ia mengatakan, Islam telah mendarah daging di masyarakat Aceh. “Karena itu, penerapan syariat Islam merupakan keinginan rakyat Aceh yang sejalan dengan ada dan istiadat masyarakat di Bumi Serambi Mekkah tersebut,” kata Sanusi Husein.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda, dan Olahraga Banda Aceh T Angkasa mengatakan, penerapan syariat Islam telah menyentuh dunia pendidikan. “Syariat Islam diterapkan melalui pendidikan diniyah yaitu pemantapan ilmu-ilmu keagamaan di luar pelajaran formal di setiap sekolah, baik sekolah dasar, menengah pertama, hingga menengah atas dan kejuruan,” jelasnya. (wah).

TINGGALKAN BALASAN