Penulis: Anton Burhan*

Rapper Marzuki Mohamad atau juga dikenal dengan nama Kill The DJ marah, lagu ciptaannya diubah lirik tanpa izin oleh kubu Prabowo Sandi. Kill The DJ keberatan lirik lagu ‘Jogja Istimewa’ diganti menjadi dukungan ke capres Prabowo Subianto. Dalam akun instagramnya ia menulis “Mengubah laguku untuk kampanye Pilpres tanpa ijin adalah pelanggaran hak cipta!!!“.

Beberapa hari lalu beredar video di media sosial yang memperlihatkan ibu-ibu menyanyikan lagu ‘Jogja Istimewa’ yang diubah liriknya untuk mendukung Prabowo Sandi. Meskipun tidak terdapat detail lokasi dan waktu pengambilan video tersebut, yang pasti kubu Prabowo Sandi harus bertanggung jawab atas pelanggaran hak cipta lagu.

Kill The DJ menjelaskan bahwa dia adalah pendukung setia Jokowi untuk memenangkan Pilpres 2019. Namun dia menegaskan tidak akan mengizinkan lagunya yang berjudul ‘Jogja Istimewa’ dicatut untuk keperluan kampanye Pilpres 2019. Hal ini karena Kill The DJ sebagai musisi tidak mau berurusan dengan kampanye yang dapat menurunkan namanya di mata penggemar.

Lagu ‘Jogja Istimewa’ yang diciptakan Kill The DJ bersama Java Hip Hop memiliki arti yang penting bagi warga Yogyakarta. Lagu tersebut merupakan penggambaran kehidupan masyarakat Jogja yang tetap menjunjung tinggi nilai budaya tradisional di tengah modernisasi global. Termasuk sebagai bentuk dukungan kepada pemerintah untuk melakukan pembangunan dengan tetap memperhatikan kelestarian budaya daerah.

Mengenai kasus ini, Kill The DJ berencana akan membawa perkara ke ranah hukum karena sudah ada pelanggaran hak cipta atas plagiarisme dan jiplak menjiplak tanpa izin. Dalam UU No. 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dijelaskan bahwa Hak Cipta adalah hak eksklusif bagi pencipta, di mana apabila ada orang lain yang ingin memanfaatkan ciptaan tadi, harus izin terlebih dahulu kepada sang pencipta. Pelanggaran hak cipta tentu merupakan perbuatan melawan hukum.

Kejadian ini tentu sangat mencoreng wajah kubu Prabowo dan timnya. Dengan banyaknya kasus pelanggaran hak cipta yang ada, tim sekaliber Prabowo seharusnya harus memahami hal ini, terlebih merupakan calon Presiden. Masalah sepele begini saja tidak mengerti dampak akibat atas perbuatannya, bagaimana bisa nyapres?

Terakhir, ada kata-kata dari Marzuki Mohamad:

Maling laguuuu bangsat !!! Yang gak terima bukan cuma saya sebagai pemilik hak cipta, orang Jogja juga gak akan terima lagu ini dipakai buat kampanye Pilpres !!!”

*) Musisi

LEAVE A REPLY