Supir Dump Truk PT. Malagapi Gelar Aksi Menuntut Kenaikan Tarif Upah

Ternate, Semarak.News – Asosiasi supir dump truk PT. Malagapi menggelar aksi unjuk rasa menuntut kenaikan tarif upah kepada PT. Malagapi yang tengah mengerjakan proyek reklamasi di Ternate. Pasalnya upah yang diterima para supir tidak sesuai dengan tarif yang telah disepakati antara PT. Malagapi sebelumnya melalui Aswat Ibrahim, Ketua Organda, massa aksi mendatangi rumah Aswat Ibrahim, Ketua Asosiasi Supir Angkut di Desa Sango Kecamatan Ternate Utara, dipimpin oleh Adul Rasid selaku kordinator lapangan pada aksi tersebut.

Dalam orasinya Rasid menyampaikan bahwa Aswat Ibrahim, Ketua Organda telah memainkan tarif harga batu per ret sehingga memiliki perbedaan harga yang besar dengan harga semestinya, “Ketua organda telah memainkan harga batu per retnya, maka dari itu kami meminta kejelasan dan titik terang sesuai kesepakatan, jika tidak lebih baik Ketua Organda diganti saja” ucap Adul Rasid dalam orasinya, Kamis (08/03/2018).

Massa aksi menuntut agar PT. Malagapi menaikkan tarif upah dari Rp 150 ribu menjadi Rp 250 ribu, serta meminta Aswat Ibrahim, Ketua Organda dan H. M Hasan Bay melakukan kordinasi untuk kejelasan tarif upah supir yang semestinya. Para supir menilai adanya penyimpangan yang dilakukan oleh Ketua Organda lantaran harga yang diberikan kepada supir sejumlah Rp 130 ribu padahal PT. Malagapi memberikan Tarif kepada supir dump truk sebesar Rp 150 ribu. selain itu massa mengancam aksi akan terus berlanjut hingga direktur PT. Malagapi hadir menemui massa.

Sementara, Aswat Ibrahim telah mengklarifikasi bahwa harga yang ditetapkan telah mengacu pada harga yang telah disepakati oleh pihak kontraktor, pada saat pertemuan dengan H. M Hasan Bay yaitu sebesar Rp 150 ribu, karena proyek multiyard otomatis dikerjakan dengan perjanjian selama setahun yang didanai oleh pelaksana, setelah proyek berjalan baru kemudian kontraktor berani membayar fee angkutan kepada Ketua Asosiasi, untuk mengatasi hal tersebut Aswat Ibrahim menggunakan dana pribadi sementara dan mengambil untung sebesar RP 10.000 sehingga upah yang dibayarkan kepada para supir sebesar Rp 140.000. kemudian terkait tuntutan pergantian Ketua Asosiasi, pihaknya menghimbau agar pemilihan ketua organda sebaiknya dilakukan dengan mekanisme dan tidak semena-mena.

Direktur PT. Malagapi yang saat itu tengah berada di Kota Tidore, memberikan kejelasan via telepon kepada para massa aksi, pihaknya mengatakan bahwa proyek reklamasi yang tengah digarap ini sudah diatur juga oleh dinas PUPR Kota Ternate, sehingga naik turunnya tarif upah juga telah disesuaikan dengan peraturan yang berlaku, untuk kejelasan lebih lanjut H. M Hasan Bay meminta sesama orang ternate tidak perlu menggunakan emosi, perbedaan dalam organisasi itu wajar dan harus diselesaikan secara baik-baik tidak perlu menjatuhkan nama baik orang lain.

“saya belum bisa hadir karena sedang ada perlu di Tidore,  jam 18.00 baru tiba di Ternate, nanti kita bisa bicarakan baik-baik tidak perlulah menjatuhkan nama orang lain, saya juga memikirkan semua pihak, kita semua orang ternate jadi tidak perlu saling menjatuhkan, dan untuk permasalahan harga semuanya telah disesuaikan dengan anggaran daerah” ucap Direktur PT. Malagapi saat dihubungi massa aksi via telepon.

Setelah mendengar penjelasan H. M Hasan Bay massa bersepakat untuk mengadakan pertemuan dengan Direktur dan Ketua Organda di Kediaman H. M Hasan di Kampung Pisang Kota Ternate untuk menyepakati tarif upah supir, aksi berakhir tertib dengan harapan aksi yang telah dilakukan akan membuahkan hasil pada pertemuan yang telah direncanakan. (RR)

 

 

 

TINGGALKAN BALASAN