Jakarta, Semarak.news – Operasi ojek online alias ojol sudah memiliki payung hukum. Aturan untuk ojek online alias ojol sudah dirilis oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Peraturan tersebut tertuang tercantum dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 12 Tahun 2019 tentang Perlindungan Keselamatan Pengguna Sepeda Motor yang Digunakan untuk Kepentingan Masyarakat.

Dengan adanya regulasi tersebut Pemerintah berharap segala aspek kepentingan dari sopir, aplikator, dan konsumen dapat terakomodasi secara maksimal. Aspek yang diatur dalam regulasi ini sudah cukup jelas mencakup keselamatan, kemitraan, suspensi, dan biaya. Selain untuk ojek online, aturan ini juga berlaku bagi ojek pangkalan. Beberapa diantaranya sebagai berikut.

  1. Dilarang Merokok
  2. Dilarang Membawa Penumpang Lebih dari Satu Orang
  3. Menggunakan Jaket dengan Bahan yang Dapat Memantulkan Cahaya disertai Identitas Pengemudi
  4. Dilarang Mangkal di Pinggir Jalan
  5. Memakai Celana Panjang, Sepatu, Sarung Tangan, dan Jas Hujan
  6. Sepeda Motor Wajib Diservis Bulanan
  7. Bagi Perusahaan Aplikasi Wajib Menuliskan Nomor Telepon Layanan Pengaduan
  8. Melengkapi Aplikasi dengan Tombol Darurat Bagi Pengemudi dan Penumpang
  9. Perusahaan Aplikasi Wajib Sediakan Shelter

Regulasi ini sudah mengatur tentang tarif untuk ojek online namun masih belum detail.

Saat ini tarif ojek online sedang di bahas oleh Kementerian Perhubungan. Terkait tarif batas atas dan bawah ojek online. Ada dua usulan yang sedang di pertimbangkan.

Pertama, usulan tarif bersih (nett) RP. 2,400 / KM diajukan driver. Belum termasuk potongan jasa aplikator 20% yaitu Rp. 3.000 / KM.

Kedua, usulan dari aplikator tarif Rp. 2.000 – Rp. 2.100 / KM dengan nett Rp. 1.600 / KM.

“Hitungan cost-nya (biaya) juga harus dihitung secara akurat dan transparan. Dari situ nanti akan ketemu harga yang fair (adil) bagi konsumen, fair bagi driver, dan fair bagi aplikator,” ujar Wakil Ketua Harian YLKI Sudaryatmo, di Jakarta, Rabu (20/3/2019).

Penggunaan jenis BBM oleh driver ojek online harus di perhatikan betul untuk menjadi acuan dalam menetapan tarif ojek online.

Variasi bahan bakar yang digunakan ojek online untuk beroperasi diantaranya mulai dari premium, pertalite, dan pertamax. Jenis bahan bakar ini memiliki harga yang bervariasi pula.

Sudaryatmo juga menambahkan, jika asumsinya driver ojol menggunakan bahan bakar Pertamax yang saat ini harganya Rp 9.850/liter, tarif tersebut masih masuk akal.

“Hitungan cost-nya (biaya) juga harus dihitung secara akurat dan transparan. Dari situ nanti akan ketemu harga yang fair (adil) bagi konsumen, fair bagi driver, dan fair bagi aplikator,” kata Wakil Ketua Harian YLKI Sudaryatmo di Jakarta, Rabu (20/3/2019). (LIA)

LEAVE A REPLY