Selamatkan Pemilu 2019 dari Medsos

Pesta demokrasi rakyat Indonesia akan segera dimulai. Pemerintah akan melaksanakan pemantauan di Media Sosial (Medsos) selama tahapan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 berlangsung. Media sosial menjadi salah satu wadah yang krusial untuk menciptakan opini. Dunia teknologi dewasa ini memang sudah tidak terbendung perkembangannya.

Maraknya penggunaan medsos kini sering disalahgunakan sebagai wadah untuk menyebarkan berita bohong atau hoax. Bahkan, dunia maya juga digunakan oleh segelintir orang yang berkepentingan untuk melakukan black campaign, bahkan lebih dari itu medsos justru dijadikan ajang kampanye negatif, hoax, hate speech, isu sara, dan penebar fitnah.

Diatas hanyalah beberapa kerawanan pelaksanaan pesta demokrasi lima tahunan ini, ada yang lebih parah dan terselubung di dunia maya. Perlu tindakan kritis terhadap suatu akun media sosial satu dengan yang lainnya, namun dengan cara yang baik dan benar, sehingga pemantauan penggunaan medsos ini tepat sasaran. Perlu adanya partisipasi aktif masyarakat untuk mengamankan berbagai kerawanan pemilu 2019 agar pelaksanaan pesta demokrasi ini berjalan lancar.

Dalam hal kebenaran berita melalui dunia maya sangat perlu diperhatikan. Terutama yang berkembang saat ini di media sosial yang sudah banyak memunculkan berita dan informasi yang tidak benar. Jika tidak pandai memilah dan memilih informasi, akan dengan mudah termakan oleh hoax, mudah emosi karena sudah terprovokasi, lebih sering lagi justru ikut menyebarkan informasi yang belum tentu kebenarannya itu. Tentu saja tidak hanya korban yang dirugikan, penyebar informasi maupun penerima informasi juga akan merasa dirugikan.

Berikut sedikit tips menghindari hoax

  1. Validasi sumber berita

Informasi sangatlah penting, namun sumber berita lebih penting. Dimana kita menerima suatu informasi tapi dibawakan oleh seorang pembohong maka kita akan terjerumus dalam informasi kebohongan.

Pahami sudut pandang berita, apakah menyudutkan salah satu pihak, berdasarkan fakta-fakta atau hanya opini

  1. Bersikap stabil dan netral, tidak mudah terprovokasi

Informasi yang menyesatkan atau berbau kebencian sangat perlu diwaspadai, janganlah mudah terprovokasi, terkadang dengan hal yang bersifat hujatan pada sesuatu justru membuat ketertarikan pembaca. Bersikap netral carilah informasi dari lain pihak atau dari sumber lain yang terpercaya.

  1. Sharing dan recheck informasi

Berbagai permasalahan perlu diteliti kebenarannya, bisa jadi informasi yang sudah lama, dimunculkan kembali hanya untuk memecahkan suatu keadaan yang stabil. Berbagilah informasi untuk dikoreksi bukan untuk dirunyamkan.

  1. Perbanyak referensi dan crosscheck informasi

Memperbanyak informasi dari bahan bacaan agar tidak mudah termakan hoax, dengan banyaknya informasi yang sudah diterima, akan memudahkan tidak tertipu dengan hoax, semakin banyak informasi, semakin mudah pula membandingkan informasi mana yang benar dan tidak. Benar tidaknya suatu informasi akan sulit dimengerti kalau sedikit literasi dan informasi.

Pelaksaan pemilu 2019 ini harus bersih dari kecurangan dan hal yang bersifat negatif, sebagai rakyat yang berdaulat sudah semestinya menjunjung tinggi azas pemilu: langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil. Pemilu 2019 adalah bagian dari pesta demokrasi rakyat yang digelar 5 tahunan. Pesta ini janganlah dinodai dengan hal-hal yang negatif dan pertumpahan darah, ciptakan iklim demokratis yang aman, indah, dan damai. Indonesia cinta damai.

Ajang pemilihan pemimpin bangsa bukanlah ajang pemilihan seorang jawara, yang harus saling sikut untuk memenangkan kompetisi. Rakyat juga harus cerdas, memilih pemimpin bangsa bukan sekadar lihat, datang, coblos, dan pulang. Menentukan pemimpin tidaklah semudah itu, masing-masing pribadi memiliki hak dan kewajiban yang perlu ditunaikan. Pelajari sepak terjang dan karakteristik calonnya, itulah cerminan seorang pemimpin bangsa ini.

Bersihnya pemilu 2019 dari racun media sosial harus disemarakkan. Era milenial sangatlah mudah mengakses dunia maya, apalagi sekadar media sosial yang setiap detiknya dipantau oleh masyarakat. Pemuda sebagai agen perubahan bangsa ini, harus paham betul fungsi teknologi, berbagai aplikasi media sosial bisa bermanfaat bisa juga menjerumuskan.

Sebagai pelopor, pemuda harus mampu mensukseskan pesta demokrasi rakyat 2019. Menjadi masyarakat yang bijak dan cerdas mampu menggunakan teknologi dengan sebaik mungkin. Menghindari pertumpahan darah dan perpecahan bangsa.

Penulis: Syafiqil Hamzah
Edito: Arif

TINGGALKAN BALASAN