Rupiah Kembali Anjlok, Pemerintah Perlu Ikuti ISMEI

Pelemahan Rupiah terhadap Dollar sudah mencapai 15.022

Makassar, Semarak.News – Rupiah telah kembali menembus angka 15.000 , terakhir di angka Rp 15.022 per Dolar Amerika.

Pemerintah seharusnya mulai hati hati dengan kondisi ini.

Prediksi nya, kondisi Rupiah sepertinya tidak akan bisa kembali ke start awalnya seperti beberapa bulan lalu di angka 14.500 kebawah, dengan posisi Rupiah belakangan ini yang selaku bertahan di atas angka RP 14.800 , apakah hitungan hitungan pemerintah tidak meleset dalam mengkalkulasi APBN kita.

Sekarang malah tembus angka 15.000 , dan terus bergerak. saya khawatirnya malah akan membuat Neraca Keuangan Kita Terganggu. Pemerintah seperti saran saran banyak ekonom , seharusnya mulailah melakukan penghematan , acara acara ceremonial yang memakan anggaran besar di kurangi, kunjungan kunjungan pejabat negara untuk ke luar Negeri yang tidak terlalu penting juga di kurangi , Tingkatkan Jumlah Kunjungan Tourist ke Dalam Negeri, Tingkatkan Transaksi Dengan Menggunakan Rupiah, Gunakan Produk dalam negeri, Tingkatkan Ekspor, Neraca Perdagangan kita seharusnya Lebih berat ke Ekspor. Kurangi Impor bahan komudity yang tidak terlalu urgen karena persediaan dalam negeri masih ada seperti Beras.

Yang terkadang jadi masalah adalah Kebijakan birokrasi kita yang suka tumpang tindih, seperti Menkeu Ibu Sri Muliani memaparkan bahwa selain Kondisi global yang membuat Rupiah Melemah juga kondisi Dalam Neraca perdagangan kita, Impor lebih besar dari Nilai ekspor, seharusnya Ekspor bisa di tingkatkan. Tapi disisi lain, menteri perdagangan malah gencar memberikan izin impor untuk berbagai konuditi seperti Beras dan Jagung.

Kondisi kebijakan birokrasi yang sering tumpah tindih antara post post kementerian dengan post kementerian atau lembaga teknis lain di negeri ini adalah salah satu penyumbang kurang percayanya para investor. Yang harus di lakukan kesiapan besar adalah dengan melemahnya Rupiah ini, dan Harga Minyak dunia juga naik. Ini harus di waspdai oleh pemerintah dan kita semua. Harga BMM dan semua harga akan ikut melambung terkhusus harga bahan pokok.

Ikatan Senart Mahasiswa Ekonomi Indonesia

Andi Rante
Sekjen Ikatan Senat Mahasiswa Ekonomi Indonesia

TINGGALKAN BALASAN