Sorong, Semarak.News – Pelaksana tugas (plt) Gerakan Merah Putih Provinsi Papua Barat, Imanuel Yenu, menerangkan, memperhatikan situasi dan kondisi Papua di saat ini di akhir-akhir Otonomi Khusus (Otsus) bahwa negara telah memberi Otsus kepada masyarakat di tanah Papua karena daerah Papua perlu didorong lebih maju dan lebih cepat pembangunannya.

Dikatakannya, Otsus di tanah Papua sudah berjalan hampir 20 tahun sejak ditetapkan pada tahun 2001, dengan tujuan mengangkat harkat dan martabat di tanah Papua.

“Dan semenjak Otsus diguliskan saya memberi informasi bahwa Otonomi Khusus telah memberi dampak yang baik bagi masyarakat kita di tanah Papua, kita bisa melihat Papua sebelum ada Otonomi Khusus dan Papua sesudah otonomi khsusu, setelah ada Otonomi Khusus pembangunan di Papua begitu pesat di Provinsi Papua dan Papua Barat, khususnya di Papua Barat kita bisa lihat sendiri di Manokwari, di Sorong, dan kabupaten lain bahwa sebelum ada Otonomi Khusus kami begitu tertinggal dan dengan adanya Otonomi Khusus kami begitu leluasa dengan¬† pesawat berbadan besar bisa masuk ke Manokwari, Sorong dan memuat anak-anak Papua bisa keluar daerah,” ujarnya.

Selain itu lanjut dia, dengan adanya Otsus anak-anak Papua dapat menikmati pendidikan di Indonesia. “Dari segi pendidikan anak-anak Papua bisa menikmati pendidikan yang tadinya susah untuk kami jangkau kami bisa menjangkau tapi juga dengan adanya Provinsi Papua Barat ada Universitas Negeri Papua yang hari ini juga banyak melahirkan anak-anak Papua, pendidikan tidak lagi menjadi sesutu yang langkah di tanah ini tetapi menjadi mudah dapat dijangkau anak-anak Papua,” terangnya.

Begitu juga sambung dia, dari segi kesehatan, sudah banyak rumah sakit yang tadinya tertinggal dalam fasilitas sedikit demi sedikit dibenahi anak-anak Papua bisa menikmati karena ada sarana kesehatan dengan baik.

Di samping itu juga, pembangunan ekonomi rakyat masyarakat juga boleh mendapat ruang untuk berusaha, dimana hari ini banyak pengusaha-pengusaha yang lahir.

“Di era sebelum Otsus tiidak ada orang Papua yang menjadi pengusaha tapi setelah ada Otsus banyak orang Papua yang bangkit menjadi pengusaha ini yang perlu masyarakat ketahui bahwa kehadiran Otsus membawa dampak yang luar biasa bagi masyarakat Papua,” terangnya.

Dirinya menilai, dengan adanya Otsus, dari sisi pendidikan, infrastruktur, kesehatan dan dari ekonomi kerakyatan, semua itu lahir dengan cepat berbeda dengan sebelum adanya Otsus.

“Kami sadari memang dalam pengelolaan Otsus masih ada kekurangan tetapi mari kita benahi pelan-pelan. Kita bisa membayangkan sendiri bagaimana kalau Otsus itu tidak ada, kalau Otsus itu tidak ada itu akan berdampak luas bagi orang papua. Hari ini adanya Otsus kita punya gubernur dan wakil gubernur itu orang asli Papua dengan adanya Otsus ada DPR pengangkatan dari jalur Otsus ada juga MRP (Majelis Rakyat Papua) yang adalah produk Otsus,” ungkapnya.

Dikatakannya, bisa dibayangkan kalau Otsus tidak ada, berarti pemerintah melaksanakan undang-undang yang berlangsung secara nasional, yang artinya siapa saja anak bangsa dari Sumatera, dari Maluku, dari Jawa, dari Madura, dari Kalimantan boleh saja datang menjadi gubernur di tampat ini dan wakil gubernur begitu juga DPR pengangkatan Otsus tidak ada lagi, MRP pun tidak ada lagi.

“Ini kerugian buat kami sehingga menurut saya mungkin belum waktunya kita menolak Otsus, memang perlu sekali bahwa kita harus melaksanakan undang-undang yang bersifat nasional, tetapi untuk Papua pelaksanakan undang undang yang bersifat nasional mungkin sabar dulu kita tetap jalan dengan Otsus dulu sehingga memberi ruang bagi kami untuk berkembang dulu karena kalau menolak Otsus kita berarti akan melaksanakan undang-undang nasional dalam kondisi orang-orang Papua yang belum siap untuk bersaing. Kompetisi secara nasional itu akan menjadi kerugian di pihak kita. Kita ambil contoh saja penerimaan pegawai kemarin yang bersifat online orang Papua banyak yang tidak lulus seleksi itu terjadi protes dimana-mana itu akibat dari itu menandakan bahwa kita belum siap untuk menolak Otsus. Kita tetap harus ada dalam Otsus dan Otsus ini adalah sesuatu yang baik, pikiran baik negara untuk bagaimana mengangkat orang Papua,” terangnya.

Oleh sebab itu, dirinya berharap kepada saudara-saudar sekalian untuk mempertimbangkan dengan baik kalaupun ada kekuarangan pada Otsus tidak menolak akan tetapi sama-sama satu hati satu pikiran untuk memperbaiki dengan baik sehingga Otsus kedepan akan lebih memberi dampak kepada orang Papua.

Kita tidak bisa menolak hal niat baik negara bagi orang Papua ini sesuatu yang baik, negara telah memberikan kewenangan kepada kita mari kita gunakan dengan baik kita tidak kembali menyalahkan negara bahwa negara tidak berhasil dalam memberi¬†kewenangan, ini sesuatu yang keliru bahwa negara telah memberi kewenangan bagi Gubernur, DPR, MRP untuk mengatur semua ini. Maka mari kita gunakan kewenangan ini negara tidak akan campur-campur urus kita lagi, kita yang urus semua negara kasih ruang untuk kita gunakan dengan baik tidak kembali menyalahkan negara bahwa negara tidak benar urus kita itu kita keliru. Jadi mari kita atur dengan baik kalau Otsus ada kekurangan saya juga mengakui bahwa Otsus ada kekurangan tapi tidak dengan serta merta kita menolak tapi mari kita perbaiki kekurangan yang ada untuk Papua yang lebih baik. Mungkin itu yang bisa kami sampaikan sebagai pertimbangan tetapi juga motivasi untuk bagaimana Papua lebih baik kedepan,” pungkasnya.

Sumber: Tabura Pos

LEAVE A REPLY