Jakarta, semarak.news – Gunung Api Tangkuban Parahu tercatat telah terjadi peningkatan aktivitas vulkanik berdasarkan hasil rekaman seismograf pada 21 Juli 2019. Gunung yang berada di Subang Jawa Barat tersebut telah terjadi 425 kali gempa hasil dari aktivitas vulkanik yang meningkat.

 

Ilham Mardikayanta petugas Pos Pengamatan Gunung Api Tangkuban Parahu menjelaskan secara jelas bahwa asap kawah bertekanan lemah hingga sedang teramati berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal dan tinggi 0 m di atas puncak kawah. Sedangkan tinggi asap solfatara 20-130 meter dari lubang solfatara atau dasar kawah ratu.

 

Ilham juga menyebutkan kegempaan Tremor Harmonik berjumlah 2 kali dengan amplitude 1.5-2 mm serta durasi 44-45 detik. Adapun jumlah gempa frekuensi rendah sebanyak 3 kali, amplitude 2-4 mm dan durasi 14-33 detik.

 

Walaupun aktivitasnya meningkat status Gunung Api Tangkuban Parahu masih berada dalam kondisi normal, hanya saja frekuensi kegempaan dan hembusannya yang meningkat. Pernyataan tersebut di lontarkan oleh kepala Pos Pengamatan Gunung Tangkuban Parahu PVMBG Kasbani.

PVMBG merekomendasikan masyarakat di sekitar Gunung Tangkuban Parahu, baik itu pedagang, wisatawan, dan pendaki tidak diperbolehkan turun mendekati dasar Kawah Ratu dan Kawah Upas. Selain itu, tidak diperbolehkan menginap dalam kawasan kawah-kawah aktif yang ada di dalam kompleks Gunung Tangkuban Parahu.

 

Masyarakat dihimbau tetap tenang dan beraktivitas seperti biasa dan tidak terpancing oleh isu-isu yang menyatakan bahwa Gunung Tangkuban Parahu akan Meletus. Serta tetap memperhatikan perkembangan kegiatan Gunung Tangkuban Parahu yang dikeluarkan oleh BPBD setempat dan selalu mengikuti arahan dari BPBD setempat

LEAVE A REPLY