Kalabahi Semarak.News, Peristiwa tenggelamnya KM.Nusa Kenari II pada Sabtu 15 Juni 2019 lalu yang mengakibatkan meninggalnya 7 orang penumpang tersebut akhirnya Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara Polda NTT menetapkan Nahkoda dengan inisial PP alias Son menjadi tersangka atas peristiwa tersebut. Pernyataan tersebut disampaikan, AKP.Andi M.Rahman,S.I.K, Kasi Sidik Subditgakkum Ditpolairud Polda NTT yang didampingi oleh AKP. Lorensius.SH.S.I.K saat konferensi Pers di Aula Polres Alor ( 01/08) siang tadi.

AKP. Andi mengatakan pada hari Sabtu, 15 Juni 2019 Ditpolairud menerima Laporan dari masyarakat dan Polres Alor ( Polairud Alor) bahwa terjadi Kecelakaan Laka Laut Di wilayah Polres Alor tepatnya di wilayah laut Tanjung Margeta. Setelah mendapat Laporan, Ditpolairud turun ke Alor dan melakukan berkoordinasi dengan Polres Alor serta bersama-sama ke Tempat Kejadian Perkara ( TKP).

AKP.Andi menyatakan Untuk Kelanjutan Penanganan Laporan yang diterima dilimpahkan ke Subditgakkum Polairud Polda NTT.

Penanganan yang dilakukan oleh Subditgakkum Polairud Polda NT, berkaitan dengan Kecelakaan Laka Laut, diketahui ternyata “PP” selaku nahkoda pada KM.Nusa Kenari II melakukan pelayaran berangkat dari Pelabuhan Dulionong ( Kalabahi) menuju Pelabuhan Pureman sekitar Pukul 01.00 Wita dan Pukul 05.00 WITA mengalami musibah akhirnya karam dan kandas di tanjung Margeta.

AKP.Andi mengungkapkan bahwa Kapal tersebut memuat 40an orang dan dari peristiwa tersebut mengakibatkan 7 orang meninggal Dunia.

Ditpolairud Polda NTT dan Sat Reskrim Polres Alor Melakukan Gelar Perkara,menetapkan 1 orang tersangka yang bertanggung jawab penuh atas kecelakaan Laka Laut adalah saudara PP selaku Nahkoda.ucap Kasi Sidik Subditgakkum Ditpolairud Polda NTT.

AKP.Andi mengatakan Tersangka diduga melanggar pasal 323 Ayat (3) Undang-undang 17 Tahun 2008 Tentang Pelayaran, dengan ancaman Hukuman 10 Tahun Penjara dan Denda Rp.1.500.000.000-, ( Satu Milyar Lima Ratus Juta Rumah).

AKP. Andi menyampaikan bahwa Faktor penyebab terjadinya kecelakaan Laka Laut adalah muatan yang sarat di atas Kapal, Kerusakan mesin pengisap Air ddiatas kapal ( Kurang Pengawasan dan perawatan dari Nahkoda terhadap mesin tersebut), Nahkoda “PP” Alias Son kurang cakap dalam berlayar, Arus Perairan yang kencang serta gelombang tinggi pada Spot perairan Tanjung Margeta Kabupaten Alor dan tidak adanya Alat Keselamatan diatas Kapal.

AKP. Andi Menambahkan Barang Bukti adalah Bangkai Kapal KM.Nusa Kenari II yang sudah tidak utuh Lagi.

Perkara Tindak Pidana Pelayaran dengan tersangka”PP” telah dinyatakan lengkap ( P.21) oleh surat Kajati NTT Nomor:B-1481/N.3.4/Eku.1/07/2019,Tanggal 18 Juli 2019, secepatnya akan dilaksanakan penyerahan tersangka dan barang bukti ke Kejati NTT u.p Kajari Alor. ( Dako)

LEAVE A REPLY