Ende, Semarak.News | Pemuda Klasis Teluk Kabola 3 gereja (Syalom Sawah Lama, Icthus Puildon dan Betlehem Lipa) yang sementara menjalankan kegiatan Temu akrab dan Wisata Rohani di Kabupaten Ende hari ini mengadakan Penanaman anakan mangga Kelapa Alor dan wisata bersama dengan Pemuda Jemaat Syalom Ende di Serambi Soekarno 05/06/2019.

Kegiatan ini dilakukan untuk semua pemuda GMIT baik dari ende maupun Alor agar dapat melihat dan mempelajari langsung tentang perjuangan serta permenungan Bung Karno sewaktu dibuang ke kota Ende.

Kehadiran seluruh pemuda di lokasi Serambi Soekarno ini diterima dengan senyuman yang ramah oleh Pater Henri Daros. Beliau adalah sosok pemrakarsa serambi sukarno yang baru saja diresmikan beberapa waktu yang lalu.

Sesuai pantauan media semarak.news.com terlihat dengan jelas keseriusan semua pemuda pemudi ketika menyaksikan penjelasan tentang perjuangan dan permenungan panjang Bung Karno oleh Pater Henri Daros.

Dari semua penjelasan Pater Henri Daros, beliau menekankan bahwa Pancasila tumbuh di NTT, untuk itu maka anak-anak kita harus terus menjaga toleransi yang sudah ditanam sejak dulu, Semangat toleransi harus terus dirawat dan dipelihara oleh anak cucu kita.

“Anak-anak dan saudara saudariku sekalian, Pancasila lahir dan tumbuh di NTT dan oleh karena itu kita harus terus menjaga toleransi yang sudah ditanamkan sejak dahulu, semangat toleransi ini sudah harus terus dirawat dan dipelihara oleh anak cucu kita secara terus menerus dan turun temurun”

Ketika diberikan kesempatan oleh Pater Henri Daros untuk bertanya atau memberikan komentar, Zadrak Tonu Weni mewakili semua pemuda yang hadir menyampaikan bahwa “kami merasa sangat bersyukur kepada Tuhan karena hari ini kami mendapatkan informasi yang sangat lengkap, kami juga merasakan aurah dari Bung Karno ditempat itu, dan satu hal yang membuat kami lebih bersyukur lagi bahwa ternyata Bung Karno mendapatkan banyak pemikiran-pemikiran sebagai nilai dasar dari negara kita hari ini yang secara tersirat datang dari nilai-nilai Kristiani yang selama itu dia pelajari di rumah Biara Santo Yosef melalui membaca di perpustakaan biara, berdiskusi dan bercakap-cakap dengan misionaris-misionaris Belanda yang sangat berbeda dengan sebagian bangsa belanda pada waktu itu, misionaris belanda yang sangat mendukung kemerdekaan, yang menolak penjajahan dan penindasan terhadap seluruh umat, Ini sungguh luar biasa bagi kami, sekali lagi terima kasih banyak sudah mengizinkan kami untuk ada ditempat ini”. Ungkap Zadrak.

Selanjutnya zadrak juga menyerahkan mangga kelapa Alor kepada Peter Henri Daros sebagai bentuk kehadiran pemuda GMIT Alor dan Ende di Serambi Soekarno, Zadrak meyerahkan anakan mangga kelapa Alor itu dengan mengucapkan bahwa “Mangga ini mangga kelapa Alor, mangga ini bukan mangga sembarang, mangga kelapa Alor ini akan berbuah dan buahnya akan besar sama seperti kelapa apabila dirawat dengan cinta kasih” ungkap Zadrak.

Pater Henri Daros Menerimanya dengan senang hati dan menyampaikan bahwa akan merawat mangga ini dengan baik.

Salah seorang pemuda GMIT dari Alor Fenesia Riwu Rohi, yang ketika dikonfirmasi oleh wartawan menyampaikan bahwa ia sangat merasa senang, karena tidak pernah terpikirkan bahwa ia akan sampai di tempat ini, ia bisa melihat langsung tempat bersejarah dan mendengar penjelasan dari pater Henri.

“Saya sangat senang sekali karena tidak pernah terpikirkan bisa sampai di ini tempat, ini tempat tidak semua orang bisa kesini, disini saya bisa lihat langsung tempat bersejarah ini dan juga mendengarkan langsung penjelasan dari pater Henri” ungkapnya.

Fenesia juga mengaku bahwa semangat nasionalismenya bertambah subur kuat ketika sampai di tempat ini.

“Saya punya semangat nasionalisme bertambah tumbuh subur kuat, pokoknya NKRI harga mati” ujarnya.

Semua rangkaian acara di Serambi Soekarno dapat berjalan dengan baik dan diakhiri dengan foto bersama Pater Henri Daros di depan halaman patung Soekarno. *(MK)

LEAVE A REPLY