November 30, 2022

Semarak News

Temukan semua artikel terbaru dan tonton acara TV, laporan, dan podcast terkait Indonesia di

Pemerintah memprioritaskan eksplorasi migas di kawasan timur Indonesia

Jakarta (Andara) – Pemerintah Indonesia saat ini tengah fokus menjajaki lapangan minyak dan gas bumi di lima wilayah Indonesia bagian timur: Putin, Warin, Timor, Serum, dan Aru.

Studi ini diharapkan dapat membantu mencapai target satu juta barel minyak dan 12 miliar kaki kubik gas pada tahun 2030.

“Kementerian ESDM telah menunjuk kelompok studi dengan bantuan tenaga ahli berpengalaman untuk mengkoordinir data daerah-daerah yang potensial untuk dikaji lebih lanjut,” kata Ego Ziahriel, Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM dalam diskusi virtual. di Jakarta, Selasa.

Cadangan untuk kelima lokasi tersebut diperkirakan setara dengan 9,8 miliar barel minyak, katanya.

Per 19 Januari 2021, cadangan terbukti Indonesia mencapai 2,44 miliar barel minyak dan 43,6 triliun kaki kubik gas alam, menurut Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

Pemerintah telah mendorong kontraktor migas untuk memperkuat eksplorasi dan produksi migas di Indonesia serta meningkatkan eksplorasi di wilayah-wilayah ke depan.

Hingga 31 Agustus 2021, Kementerian telah mendaftarkan 175 wilayah kerja, termasuk 96 wilayah produksi dan 79 wilayah studi.

Perubahan energi di Indonesia akan berdampak signifikan terhadap konsumsi minyak dan gas dalam negeri. Syahrial mencatat, dari sisi kuantitas, penggunaan produk migas, termasuk bahan baku industri, akan terus meningkat.

Pemerintah mempertimbangkan pentingnya gas alam sebagai energi antara sebelum lama transisi dari bahan bakar fosil ke energi terbarukan, katanya.

Rencana konversi energi akan dilaksanakan dalam beberapa tahap, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti daya saing, biaya, ketersediaan dan keberlanjutan.

“Oleh karena itu, penelitian ini terus ditingkatkan dengan upaya yang lebih besar,” katanya.

Presiden Joko Widodo sebelumnya telah menyoroti strategi ambisius pemerintah untuk mencapai ekonomi hijau dalam menanggapi perubahan global dari bahan bakar fosil.

READ  Minyak sawit: Indonesia akan mengirim 6 juta ton minyak sawit untuk membersihkan tangki pada Agustus

“Kami akan bergerak menuju apa yang disebut ekonomi hijau karena kami memiliki kekuatan besar di sini juga. Strategi ini perlu dirampingkan,” katanya.

“Karena pada 2030, masyarakat di Eropa dan Amerika Serikat harus berhenti (menggunakan) produk yang tidak lagi berpotensi menghasilkan bahan bakar fosil. Itu undang-undang yang mereka buat,” jelasnya.

Pada pertemuan G20 pada 30-31 Oktober 2021, para pemimpin beberapa negara melakukan diskusi tentang ekonomi hijau, kata Presiden Djokovic.

“Di G20, pembicaraan kami berkisar pada itu. Orang-orang menginginkan ini, ekonomi hijau, dan kami tahu kami memiliki kekuatan besar dalam ekonomi hijau ini,” tegasnya.

Berita Terkait: Pengguna Panel Surya Atap Pertama 4,000: Dewan Energi
Berita Terkait: Perluasan Taman Industri Hijau Pemerintah Capai 30.000 Hektar: Djokovic
Berita Terkait: RI uraikan strategi pengurangan emisi di sektor migas