Tuan Rumah Papua Targetkan Duduki Top 5 dalam PON 2020

Tuan Rumah Papua Targetkan Duduki Top 5 dalam PON 2020

0
33
Pelatih Wushu Papua Nicky Ilolu bersama anak buahnya setelah berlatih di Lapangan SPN, Jayapura. (RIANA SETIAWAN/JAWA POS)
Pelatih Wushu Papua Nicky Ilolu bersama anak buahnya setelah berlatih di Lapangan SPN, Jayapura. (RIANA SETIAWAN/JAWA POS)

Sorong, Semarak.News – Sebagai tuan rumah, Papua tentu berharap sukses penyelenggaraan dan sukses prestasi. Pada PON XX/2020 nanti, Papua menargetkan posisi lima besar. Dari 37 cabang olahraga, 25 cabor diklaim berpotensi menghasilkan emas.

’’Setidaknya kami ingin menjadi yang terbaik setelah kontingen besar seperti DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jawa Tengah,’’ kata Alexander Kapisa, Plt Kadisorda Papua.

Kabarnya, Gubernur Papua Lukas Enembe menyediakan bonus Rp 1 miliar kepada peraih emas. Nilai yang fantastis dan hampir menyaingi bonus emas Asian Games 2018. Pada PON XIX/2016 di Jawa Barat, Papua memberikan bonus Rp 600 juta kepada peraih emas.

Alex –sapaan Alexander Kapisa– belum mengakui besaran bonus Rp 1 miliar tersebut. ’’Yang pasti nilainya di atas Rp 600 juta,’’ ucap orang kepercayaan gubernur Papua itu.

Namun, informasi mengenai bonus Rp 1 miliar tersebut sudah beredar di kalangan pelatih dan atlet. Mereka pun semakin bersemangat untuk mengejar bonus yang menggiurkan itu. Saking menggiurkannya, sejumlah atlet dari daerah lain juga merapat ke Papua.

Selain iming-iming bonus, mereka mendapat uang kontrak yang diberikan di awal.

Venue voli pasir di Koya Koso, Jayapura, tinggal tahap finising. (Riana Setiawan/Jawa Pos).

Salah satu yang bergabung adalah atlet wushu DKI Jakarta Moria Manalu. Mantan juara dunia The 7th Sanda World Cup 2014 itu pada PON Jabar lalu juga meraih emas nomor sanda. ’’Kami targetkan emas kepada Moria pada PON nanti,’’ kata Nicky Ilolu, pelatih wushu Papua.

Saat ini Papua memiliki 11 atlet sanda dan 5 atlet taolu. Moria dikontrak senilai Rp 200 juta. Bila meraih emas, dia berhak atas bonus dari gubernur Papua. Namun, bila hanya meraih perak, dia tidak berhak atas bonus tersebut.

Kabarnya, cukup banyak atlet yang bergabung ke Papua. Hanya, Sekretaris KONI Papua Kenius Kogoya tidak menjawab pertanyaan Jawa Pos terkait rekrutmen atlet dari provinsi lain. Kenius tidak datang ke gedung KONI Papua pada 5 November 2019 meski sudah membuat janji dengan Jawa Pos. Pertanyaan melalui WhatsApp pun tidak dijawab. ’’Sorry, saya lagi kurang sehat. Sudah tidak keluar rumah dua hari ini,’’ kata Kenius melalui WhatsApp.

Sumber: https://www.jawapos.com/sports/14/11/2019/kesiapan-papua-menyelenggarakan-pon-xx-2020-3/

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY