Sorong, Semarak.News – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sorong, Kepas Kalasuat membuka kegiatan Pelatihan Tutor dan Supervisor Program Sertifikasi Guru Pendamping Muda PAUD (PS-GPM PAUD) yang diselenggarakan oleh Universitas Terbuka (UT) Sorong di Vega Hotel, Jumat (13/3).

Terkait kegiatan ini, UT Sorong mendapat dana hibah dari Kementerian Desa untuk menyelenggarakan pelatihan bagi guru-guru PAUD di wilayah Kabupaten Sorong yang belum pernah mengikuti diklat berjenjang yang disediakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Dosen PG PAUD dari UT Pusat, Sritatmi Ningsih mengatakan, kegiatan seperti ini baru pertama kalinya di Sorong. Dirinya menyebutkan, perlunya diselenggarakan kegiatan ini karena masih banyak guru-guru PAUD di Sorong yang bukan berasal atau memiliki latar belakang pendidikan dari PG-PAUD.

“Program ini untuk mereka guru PAUD yang latar belakang pendidikannya SMA, atau mereka yang sarjana tetapi bukan dari jurusan PG-PAUD. Yang penting mereka sudah punya pengalaman mengajar di PAUD minimal 3 tahun,” terang Sritatmi.

Sekitar tahun 2016 lalu, lanjut Ningsih, booming di setiap desa wajib memiliki satu PAUD, sementara untuk tenaga pendidiknya susah dicari, tidak setiap desa punya guru PAUD. Akhirnya yang menjadi guru di PAUD pada saat itu bisa saja RW atau lurah yang notabene tidak memiliki latar belakang pendidikan untuk program PAUD.

“Ada yang lulusan SMA, ibu rumah tangga atau mereka yang punya pengalaman dalam mendidik anak tetapi bukan dalam artian mendidik secara formal, sehingga mereka mendidik anak-anak PAUD hanya berdasarkan insting tanpa ilmu. Oleh karena itu Kemendikbud kemudian menyelenggarakan program diklat berjenjang untuk pelatihan guru PAUD seperti itu,” sambungnya.

Melalui program sertifikasi ini, Ningsih berharap, tutor memiliki kualifikasi yang mumpuni untuk menjadi tutor PS-GPM PAUD yang nantinya bisa menerapkan pembelajaran di PAUD dengan cara yang benar, bukan berdasarkan insting, tetapi karena memang sudah punya dasar untuk melatih PAUD dengan benar.

“Saya juga berharap Sorong dan sekitarnya mulai membuka PS-GPM PAUD di setiap wilayah. Supaya untuk jangka waktu panjang anak-anak dari usia dini sudah bisa mendapatkan pendidikan yang benar, sehingga masyarakat tidak mengira bahwa guru PAUD hanya bermodalkan tepuk tangan atau nyanyi. Tetapi juga punya pendidikan untuk hal itu,” tandasnya.

Sumber: https://www.radarsorongnews.com/2020/03/14/kompetensi-guru-paud-ditingkatkan/

LEAVE A REPLY