Sorong, Semarak.News – Dua hari, polisi bekerja cepat usut otak dibalik berkibarnya bintang kejora di Puncak Malanu Distrik Sorong Utara, Kota Sorong pada tanggal 1 Desember lalu. Akhirnya, gerak cepat itu, berbuah hasil. Kepolisian Daerah Papua Barat melalui Polres Sorong Kota menetapkan 11 warga sipil sebagai tersangka.

Kapolda Papua Barat, Brigjen Pol Drs Herry Rudolf Nahak,M.Si kepada wartawan kepada wartawan Mapolda PB, Selasa (3/12) mengatakan, berdasarkan hasil penyelidikan yang sudah ditingkatkan ke penyidikan maka 11 orang itu, diduga terlibat dalam pengibaran bendera bintang kejora itu.

“Ini adalah dugaan tindak pidana makar sehingga dilakukan proses hukum agar memberikan efek jera bagi para tersangka” kata Kapolda.

Namun Jenderal Polisi berpangkat bintang satu itu membantah bahwa aparat kepolsian dan TNI kecolongan, sehingga terjadi pengibaran bendera bintang kejora di wilayah hukum Polres Sorong Kota. “Kan tidak ada yang jaga, informasi baru datang diterima aparat keamanan setelah orang-orang itu sudah tancapkan bendera. Jadi saya pikir itu, bukan kecolongan ya” tegas kapolda.

Sementara itu Direktur Reskrimum Polda Papua Barat, Kombes Pol Roberth Da Costa,S.I.K.,M.H menjelaskan, pengibaran bendera bintang kejora dipasang pada minggu (1/12) subuh, dimana pada saat itu belum ada orang yang mengetahui kejadian tersebut. Dari hasil penyidik yang dilakukan tim Satreskrim Polres Sorong Kota menetapkan 11 tersangka pengibar bintang kejora masing-masing, DJ, LN, PS, SA, BR, YK, SN, MM, FN, LM dan MF.

Tersangka DJ berperan kordinator atau aktor dalam peristiwa pengibaran bendera bintang kejora tepat dengan momen 1 Desember yang diyakini sebagai hari ulang tahun (HUT) Organisasi Papua Merdeka (OPM). 11 tersangka ini, sambung dia, menghasut masyarakat untuk ikut dalam pengibaran bintang kejora di kompleks Malanu, Kota Sorong. “Ya, motif mereka hanya untuk meramaikan momen 1 Desember hanya kelompok ini yakini sebagai hari kemerdekaan OPM” jelas Direskrimum.

Akibat perbuatannya, mereka dijerat dengan pasal 110 ayat (1) dan atau pasal 106 jo pasal 53 jo pasal 87 kita undang-undang hukum pidana (KUHP). Barang bukti yang disita lanjut Robert Da Costa menjelaskan, ada 14 lembar bendera menyerupari bintang kejora, sejumlah spanduk kemudian satu unit kenderaan roda dua yang digunakan para tersangka melancarkan aksi mereka. Roberth menambahkan, penyidik masih terus menggali motif dari peristiwa pengibaran tersebut.

Sumber: https://papuabaratpos.com/ada-11-tersangka-pengibar-bintang-kejora-di-malanu/

LEAVE A REPLY