Alor Semarak.News | BADAN Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Alor, saat ini sedang melakukan pemeriksaan saksi-saksi atas kasus dugaan pelanggaran kampanye (kampanye transaksional). Dugaan pelanggaran kampanye itu dilakukan oknum Calon Legislatif Periode 2019-2024 dari PDIP atasnama Darlia Bai Gawi, istri Kabag Umum Setda Alor Mat Baisaku.

Usai pemeriksaan saksi-saksi dan bukti, Bawaslu diharapkan dapat memberikan satu keputusan yang obyektif. “Pemeriksaan dimulai hari ini, Selasa, (12/2) dan saya selaku pelapor, orang pertama yang baru dimintai keterangan. Caleg Ibu Darlia bersama suaminya Mat Baisaku akan dipanggil periksa besok,” ungkap Paulus Buche Brikmar kepada wartawan di Sekretariat PKB Alor Selasa, (12/2/19).

Sekretaris DPC PKB Alor itu mengharapkan Bawaslu sebagai lembaga yang berwenang dapat memberikan keputusan yang obyektif dan seadil-adilnya. Dia menyebut, dalam laporannya ke Bawaslu Alor, Caleg PDIP Darlia Bai Gawi memberikan sumbangan gitar kepada warga jemaat Tasik Wolang Desa Probur Utara Kecamatan Alor Barat Daya (Abad) beberapa waktu lalu.

Foto: Caleg PDIP Darlia Bai Gawi, istri Kabag Umum Setda Alor Mat Baisaku memberikan sumbangan gitar kepada warga jemaat Tasik Wolang Desa Probur Utara Kecamatan Alor Barat Daya belum lama ini

Anggota DPRD Alor ini mengungkapkan, pemberian sumbangan gitar itu dilakukan didalam Gedung Gereja. Hal tersebut, ditegaskan dalam UU larangan penggunaan tempat ibadah dan sekolah untuk aktivitas politik.

Amon Djobo, Bupati Alor juga akan dipanggil untuk dimintai keterangan. Sebab Ibu Darlia memberikan sumbangan itu mengatasnamakan Amon Djobo dan keluarga. Kita memberikan dukungan kepada Bawaslu untuk penegakan aturan terkait kampanye di Alor. Kita menunggu keputusan dari Bawaslu,” tegasnya.

Buche Brikmar menyatakan, publik Alor sedang menanti, karena itu Bawaslu harus mengambil satu keputusan yang obyektif dan adil. Menurutnya, selain di Wolang Desa Probur Utara, Darlia Bai Gawi juga diduga memberikan sumbangan berupa fiber dan semen dibeberapa tempat lainnya di wilayah daerah pemilihan Alor II.

Dia menjelaskan, dalam pernyataan Mat Baisaku di media online, menyebut pemberian fiber, semen dan gitar yang dilakukan istrinya merupakan sumbangan pribadi Amon Djobo dan keluarga. “Sekali lagi saya harap Bawaslu Alor harus profesional. Dan apabila pernyataan Mat Baisaku di media online itu tidak benar, maka Bupati Alor Amon Djobo harus memberikan sanksi kepadanya,” tegasnya lagi.

Mantan komisioner KPU Alor Febriano Blegur mengungkapkan, terkait dengan proses kampanye, pelanggarannya cukup berat. Bukan saja penggunaan rumah ibadah tetapi keterlibatan ASN pun demikian. Ia menyebut, UU sudah dengan tegas menyatakan tidak boleh menggunakan tempat ibadah dan sekolah sebagai aktivitas politik, apalagi keterlibatan ASN dalam kampanye.

“Karena itu semua yang sudah dilaporkan, Bawaslu harus dengan tegas memproses dengan baik. Kewenangan Bawaslu bukan saja dikuatkan dengan UU, tetapi personil juga sudah kuat. Harus memproses dengan baik agar kedepan tidak terjadi lagi tindakan yang mencederai proses demokrasi ini. Minimal tidak memikirkan,” tegas Febri Blegur.

Meski begitu, dirinya optimis Bawaslu Alor akan mengeluarkan keputusan yang adil terkait kasus ini. “Potensi pidana pemilu, yakni penggunaan rumah ibadah, sekolah ataupun keterlibatan ASN. Saat ini kita masih optimis pasti mereka mengeluarkan keputusan yang seadil-adilnya,” ujarnya.

Febri menyebut, PKPU No 23 Tahun 2018 mengisyaratkan transaksional sumbangan Caleg hanya diperbolehkan nominal dibawah Rp 60 ribu jika dikonversi dengan uang. Menurutnya, sumbangan tersebut pun harus tercatat dalam LADK (laporan akhir dana kampanye).

“Nilai nominal yang bisa diberikan/disumbangkan apabila dibawah Rp 60 ribu. Dan itu harus tercatat dalam LADK. Nah bagaimana dengan sumbangan fiber, semen dan gitar, jika dikonversi dengan uang, nilainya sudah diatas Rp 60 ribu itu,” ungkapnya.

Sebelumnya, komisioner Bawaslu Orias Langmau, memastikan akan memproses tuntas laporan Buche Brikmar. Orias menegaskan, dalam waktu 14 hari keputusan akan dikeluarkan Bawaslu.

Ia menambahkan, pihaknya sudah menerima laporan Buche di Panwascam ABAD dan sudah dilimpahkan ke Bawaslu untuk diproses lanjut.

“Terkait laporan dari pelapor saudara Buce Brikmar, Bawaslu menyampaikan bahwa laporan tersebut telah di laporkan kepada Panwascam ABAD tanggal 8 Februari 2019. Panwascam ABAD telah melimpahkan ke Bawaslu Alor hari ini. Bawaslu akan melakukan penangan Pelanggaran sebagaimana amanat Peraturan Perundang-undangan Pemilu selama 14 hari kerja setelah di registrasi di Pengawas Pemilu,” katanya.

Orias menghimbau kepada masyarakat agar tetap berpartisipasi aktif mengawasi jalannya pesta demokrasi, Pemilu 2019. Bila ada temuan, masyarakat segera melaporkan kepada Panwascam terdekat.

“Bawaslu menghimbau kepada seluruh warga masyarakat Alor agar mengawasi secara Partisipatif proses Pelaksanaan Tahapan Pemilu. Masyarakat juga dihimbau melaporkan adanya dugaan Pelanggaran Pemilu kepada Pengawas Pemilu terdekat,” tutup Orias Langmau.** (Joka)

LEAVE A REPLY