Jakarta, Semarak.News – Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat (Rerie) tidak sependapat masalah yang tejadi di Papua dikaitkan dengan rasisme. Tidak ada ruang rasisme tumbuh di Indonesia.

“Saya tidak sependapat bila masalah-masalah yang terjadi di Papua dikaitkan dengan rasisme. Saya menilai pendapat itu tidak proporsional,” kata Rerie, sapaan Lestari, di Jakarta, Minggu, 7 Juni 2020.

Politikus NasDem itu mengkritik pendapat di media sosial yang menyamakan isu rasisme di Amerika Serikat dengan masalah yang dialami sejumlah warga Papua di Indonesia. Dia menegaskan permasalahan di Papua bukan karena rasisme.

Rerie memahami saat ini masih terjadi berbagai permasalahan di Papua. Namun, hal ini karena tata kelola di berbagai sektor belum berjalan maksimal, termasuk dalam penyelenggaraan pemerintahan.

“Bila masih terjadi perbedaan pandangan terkait pembangunan Papua, maka harus dicarikan solusi lewat dialog konstruktif, dalam kerangka mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” ungkap dia.

Rerie menyampaikan, provinsi paling timur Indonesia itu bahkan mendapat keistimewaan. Seperti penerapan otonomi khusus, berdasarkan UU Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua.

“Dengan status otonomi khusus tersebut, Provinsi Papua mendapat alokasi dana khusus setiap tahun. Hal yang sama juga dinikmati warga Aceh, provinsi paling barat di Indonesia, yang juga diberi otonomi khusus oleh pemerintah pusat,” sebut dia.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) bahkan menaruh perhatian lebih untuk Papua. Ini ditandai dengan pembangunan infrastruktur berupa jalan tol dan pemberlakuan bahan bakar minyak (BBM) satu harga.

“Jadi tidak ada ruang bagi rasisme untuk menjadi dasar munculnya sebuah kebijakan di tanah air,” jelas Rerie.

Selain itu, putra-putri Papua juga berkesempatan menuntut ilmu melalui sejumlah program beasiswa. Ketentuan ini merupakan amanat Undang Undang (UU) Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

“Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) misalnya membuka program beasiswa bagi putra-putri asli dari Indonesia Timur, yang berasal dari Provinsi Maluku, Provinsi Maluku Utara, Provinsi Papua, Provinsi Papua Barat, serta Provinsi Nusa Tenggara Timur,” terang dia.

Sumber: https://www.medcom.id/nasional/politik/MkMG4eON-isu-papua-diminta-tak-disamakan-dengan-rasisme-as

LEAVE A REPLY