Insan Pers Harus Turut Mengawasi Pilkada Serentak 2018

Langkat, Semarak.news – Panwaslu Kab. Langkat menyelenggarakan Sosialisasi Pengawas Partisipatif Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Langkat dan Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara 2018 kepada insan pers di Restoran Ayam Presto Cabe Ijo Stabat, selasa pagi (17/4).

Puluhan wartawan baik online, cetak, maupun radio hadir dalam kegiatan yang bertujuan agar insan pers turut mengawasi tindak pelanggaran dan menjaga jalannya Pilkada Serentak 2018 di Kab. Langkat. Diharapkan dengan kegiatan ini, media massa dapat netral dan memahami segala kententuan dan peraturan selama masa kampanye.

Kegiatan sosialisasi dipimpin langsung oleh Ketua Panwaslu Kab. Langkat, Aidil Fitri S.Pd.I yang juga mengundang Pengamat Politik Dadang Pasaribu serta Ketua PWI Langkat Heri Putra Ginting.

Sementara bertugas sebagai narasumber dan pemateri adalah Komisioner Panwaslu Divisi Organisasi dan Sumber Daya Manusia, Husni Laili, Komisioner Panwaslu Divisi Pengawasan dan Penindakan, Marhadenis Nasution, Ketau PWI Langkat dan Dadang Pasaribu.

Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Bawaslu kemudian dilanjutkan dengan pembukaan acara oleh Ketua Panwaslu Langkat.

Dalam sambutan sekaligus pembuka acara, Ketua Panwaslu Langkat Aidil Fitri menyampaikan bahwa saat ini Panwaslu Kabupaten dalam waktu dekat akan diubah secara permanen menjadi Bawaslu namun akan dilakukan seleksi ulang terhadap komisioner yang nantinya berjumlah 5 orang. Selain itu Beliau menghimbau agar media lebih objektif dalam menerbitkan tulisan dan bersikap netral atau tidak memihak kepada salah satu paslon.

Sesi selanjutnya yaitu pemberian materi yang disampaikan oleh Husni Laili. Beliau mengatakan bahwa hambatan Panwaslu yang dihadapi adalah minimnya personel. Maka dari itu Panwaslu Kab. Langkat mengharapkan partisipasi media massa sekalian untuk dapat membantu dalam pengawasan Pilkada.

Lebih lanjut Husni Laili menambahkan, “Perlunya independensi Media untuk menjaga netralitas konten berita yang disajikan bersama kepada masyarakat.”

Sementara Marhadenis Nasution dalam materinya menyampaikan maksud dan tujuan pelaksanaan kegiatan yaitu menjalin silaturahmi antara Panwaslu dengan rekan media. Beliau menambahkan tugas dan wewenang Panwaslu pada Pilkada pada intinya adalah pencegahan sekaligus penindakan pelanggaran.

Selanjutnya Pengamat Politik Dadang Pasaribu secara panjang lebar menyampaikan materi dengan tema Menakar Keberhasilan Pilkada tahun 2018 Melihat Situasi Terkini Masyarakat Sumatera Utara dan Kab. Langkat yang pada intinya permasalahan utama pelaksanaan Pilkada ada di dalam pemilih. Partisipasi pemilih yang rendah dan apatisme pemilih merupakan akibat dari keburukan pelaksanaan politik itu sendiri sehingga masyarakat menganggap bahwa Pilkada tidak penting.

“Sementara terdapat pragmatisme pemilih yaitu memanfaatkan Pilkada untuk kepentingan pribadinya, dengan kata lain paslon yang dipilihnya dalam Pilkada tidak murni pilihan diri sendiri. Target partisipasi pemilih dalam Pilkada sebesar 70% sulit terwujud.” Imbuhnya.

Pemateri terakhir dari Ketua PWI Langkat Heri Ginting dalam materinya menyampaikan mengenai peran media sebagai pilar Demokrasi yang sangat penting. Media harus menghindari konten berita yang dapat menimbulkan dampak negatif khususnya SARA. Selain itu media harus menjadi penyeimbang informasi terkait gejolak/isu yang timbul selama Pilkada 2018. (SAM)

TINGGALKAN BALASAN