September 23, 2021

Semarak News

Temukan semua artikel terbaru dan tonton acara TV, laporan, dan podcast terkait Indonesia di

Indonesia raih hasil Paralimpiade terbaik sepanjang sejarah

Jakarta. Tim Indonesia meraih sembilan medali di Paralimpiade Tokyo, termasuk dua medali emas.

Pebulutangkis Liani Ratri Oktila meraih dua medali emas dan berperan penting dalam kemenangan Indonesia — bersama dengan ganda putri SL3-SU5 ke Kalimatus Satya dan peringkat kedua ganda campuran SL3-SU5 ke Hari Susanto.

Liyani, 30, meraih perak di tunggal putri SL4, begitu pula Deva Anrimusti di tunggal putra SU5.

Medali perak ketiga Indonesia diraih oleh Ni Nenga Vidyasih, atlet angkat besi kategori 41 kg.

Secara keseluruhan, bulu tangkis memberi tim Indonesia enam medali, dengan Freddie Chettian dan Suryo Nukroho meraih perunggu di SL4 dan CU5 di tunggal putra.

Dua medali perunggu lainnya diraih oleh David Jacobs di nomor sprint 100m D37 di Saptoyoga Purnomo dan tenis meja tunggal putra DT10.

Rekor tersebut memenangkan penampilan terbaik Indonesia sebelumnya di Toronto pada tahun 1976, memenangkan dua emas, satu perak dan tiga medali perunggu pada debutnya Paralimpiade.

Saat Olimpiade Tokyo berakhir pada hari Minggu, Indonesia berada di urutan ke-43, lompatan raksasa dari posisi ke-76 di Paralimpiade sebelumnya di Rio.

Sebelum ke Tokyo, Indonesia Arlim meraih medali emas di Paralympic Games 1980.

Berita ini luar biasa dan menambah kebanggaan bagi kita semua. Presiden Djokovic Widodo mengucapkan selamat kepada para atlet Paralimpiade Indonesia yang berhasil meraih bukan hanya satu, melainkan dua medali emas Paralimpiade setelah penantian selama 41 tahun.

READ  Laba Maybank Indonesia 1H berada di bawah Govit-19