Juli 22, 2024

Semarak News

Temukan semua artikel terbaru dan tonton acara TV, laporan, dan podcast terkait Indonesia di

Indonesia-Feocruz berencana berkolaborasi dalam pengembangan vaksin demam berdarah

Indonesia-Feocruz berencana berkolaborasi dalam pengembangan vaksin demam berdarah

JAKARTA (ANTARA) – Kementerian Kesehatan RI menjajaki peluang kerja sama dengan Fiocruz dari Brazil untuk menurunkan kasus demam berdarah di Indonesia dengan mengembangkan teknologi dan vaksin nyamuk Wolbachia.

Peluang kerja sama muncul ketika Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengunjungi Fiocruz dengan fokus kerja sama di bidang teknologi dan pengembangan vaksin, kata Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Citi Nadia Tarmisi, Senin.

“Di Brazil, mereka sudah menerapkan teknologi nyamuk Wolbachia melalui World Mosquito Project,” jelas Tarmizi.

Ia menyebutkan, kerja sama Indonesia-Fiocruz dalam pemberantasan penyakit DBD dijalin oleh Universitas Katja Mada (UGM) pada tahun 2012 dengan diperkenalkannya nyamuk Wolbachia pertama kali di Indonesia.

Hasil studi Penerapan Wolbachia untuk Pemberantasan Dengue (AWED) di Yogyakarta dengan menggunakan desain cluster randomized controlled trial (CRCT) menunjukkan bahwa nyamuk Aedes aegypti yang mengandung Wolbachia mampu menurunkan penyakit demam berdarah sebesar 77,1 persen dan mengurangi rawat inap akibat demam berdarah, jelas Tarmizi. . 86 persen.

“Hasilnya merupakan kerjasama pertama dengan UGM,” ujarnya.

Fiocruz adalah salah satu dari beberapa mitra global yang mulai melepaskan nyamuk ber-Wolbachia untuk mengurangi tingkat infeksi demam berdarah di masyarakat.

Mengunjungi Fiocruz, Menteri Sadiqin mempelajari proses perkembangbiakan Wolbachia di pusat penelitian pemberantasan penyakit yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti.

Dalam kesempatan itu, ia membahas kerja sama masa depan di bidang teknologi dan pengembangan vaksin dengan perwakilan Fiocruz.

Kunjungan tersebut juga mencakup inspeksi terhadap Perpustakaan Fiocruz, di mana mereka menemukan sebuah buku langka yang ditulis oleh seorang biarawan Katolik tentang pengobatan pada tahun 1703.

Namun Dormisi dan Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Maxi Rein Rondonuwu tidak memberikan informasi lebih lanjut mengenai cara pengobatan buku langka tersebut.

READ  10 Fakta Menarik Tentang Indonesia Masters 2024

Tarmisi mengatakan kunjungan tersebut menekankan pentingnya kolaborasi dalam mengembangkan solusi layanan kesehatan yang inovatif dan mengingatkan bahwa pengetahuan dari masa lalu sangat berharga dalam perjalanan umat manusia menuju masa depan yang lebih sehat.