FSPMI Merayakan May Day Dengan Cara Berbeda, Apakah Itu?

FSPMI Provinsi Kalimantan Selatan

Banjarmasin, Semarak.news –  Peringatan May Day atau biasa disebut hari buruh sedunia, identik dengan aksi unjuk rasa untuk menyuarakan tuntutan dari kaum buruh. Namun hal berbeda dilakukan oleh Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia(FSPMI) Provinsi Kalimantan Selatan.

Dibawah komando Ketua DPW FSPMI Kalimantan Selatan Yoeyoen Indarto, serikat buruh ini menggelar aksi kepedulian untuk masyarakat dengan mengadakan Donor darah serta membagikan paket sembako kepada panti asuhan dan masyarakat yang kurang beruntung, Selasa(1/5/2018).

Bertarget 50 kantong darah, FSPMI mengadakan kegiatan sosial tersebut dari pagi hingga siang hari dan hasil yang didapatkan tidaklah mengecewakan, yaitu 20 kantong darah yang didapatkan dari sukarelawan anggota FSPMI dan warga sekitar yang mau menyumbangkan darahnya.

Acara yang bertempat di kantor sekretariat FSPMI Kalsel, Jalan Sutoyo S, Komplek KPN, Banjarmasin dihadiri oleh Ketua RT, Perwakilan BPJS Kesehatan, Perwakilan dari Korem 101 Antasari, dan anggota DPD RI Provinsi Kalimantan Selatan.

Ditemui oleh Semarak.News, Ketua DPW FSPMI Kalimantan Selatan, Yoeyoen Indarto dalam sambutannya menggugah semangat para buruh untuk tetap teguh memperjuangkan dan menjaga marwah sebagai buruh.

“Bagi kami, May Day bukanlah hari untuk berlibur dan bersantai. May Day merupakan hari dimana para buruh berjuang untuk memperjuangkan nasib dan kehidupan yang layak. Secara tegas saya ingatkan May Day is not holiday and May Day is not Fun Day.” Ucap Yoeyoen Indarto.

Pada peringatan May Day tahun ini, FSPMI akan mengusung beberapa tuntutan utama diantaranya Tolak Upah Murah dengan mencabut PP. 78/2015,Turunkan Harga Beras,Listrik, dan BBM , serta bangun Ketahanan Pangan dan Energi, Hapus sistem kerja Outsourching atau magang, dan Tolak tenaga kerjaasing unskill/ilegal.

“Peringatan May Day tahun ini kami akan berusaha memperjuangkan kesejahteraan buruh dengan penyampaian tuntutan berupa Tolak Upah Murah dengan mencabut PP. 78/2015,Turunkan Harga Beras,Listrik, dan BBM , serta bangun Ketahanan Pangan dan Energi, Hapus sistem kerja Outsourching atau magang, dan Tolak tenaga kerja asing unskill/ilegal. Sehingga diharapkan pemerintah dapat memahami keadaan yang dihadapi oleh buruh saat ini,” imbuhnya.

Terlepas dari tuntutan diatas, Yoeyoen kembali menyerukan agar para buruh berjuang demi kaum buruh dan masyarakat marginal.

Menutup wawancara, dia mengatakan agar selalu yakin bahwa sepanjang perbuatan baik yang kita lakukan untuk kepentingan orang banyak dan kaum marginal, maka tuhan tidak akan diam.

“Percayalah, jika tindakan yang kita lakukan demi kepentingan orang banyak dan kaum marginal, tuhan kita tidak akan tinggal diam. Pasti akan ada bantuan dan keringanan dalam kegiatan yang kita lakukan.” Tandasnya.[BRF]

TINGGALKAN BALASAN