Tuhan Mendengar Seruan Doamu

Tuhan Mendengar Seruan Doamu

0
17

Baca: Ratapan 3:1-66

“Ya TUHAN, aku memanggil nama-Mu dari dasar lobang yang dalam. Engkau mendengar suaraku! Janganlah Kaututupi telinga-Mu terhadap kesahku dan teriak tolongku!” (Ratapan 3:55-56)

Tak seorang pun manusia yang hidup di dunia ini yang bebas masalah atau luput dari penderitaan, tak terkecuali orang percaya, sebagaimana yang pemazmur nyatakan: “Kemalangan orang benar banyak, tetapi TUHAN melepaskan dia dari semuanya itu;” (Mazmur 34:20). Bersyukur sebagai orang percaya kita punya Tuhan yang setia yang tak pernah meninggalkan kita sedetik pun, dan dengan cara-Nya yang ajaib Tuhan pasti menyediakan jalan keluar untuk setiap permasalahan yang kita alami.

Yeremia, utusan Tuhan, pun tak luput dari masalah dan penderitaan, sekalipun ia orang yang setia mengerjakan panggilan Tuhan. Ketika menyampaikan nubuatan dari Tuhan, ia bukan hanya ditolak, tapi dibenci dan malah dianiaya. “…mereka mengambil Yeremia dan memasukkannya ke dalam perigi milik pangeran Malkia yang ada di pelataran penjagaan itu; mereka menurunkan Yeremia dengan tali. Di perigi itu tidak ada air, hanya lumpur, lalu terperosoklah Yeremia ke dalam lumpur itu.” (Yeremia 38:6).

Adalah manusiawi sekali bila Yeremia merasa takut, lalu berseru kepada Tuhan meminta pertolongan: “Ya TUHAN, aku memanggil nama-Mu dari dasar lobang yang dalam. Engkau mendengar suaraku! Janganlah Kaututupi telinga-Mu terhadap kesahku dan teriak tolongku!” (ayat nas). Tuhan mendengar seruan Yeremia dan memberikan pertolongan dengan memakai Ebed-Melekh, orang Etiopia itu (seorang sida-sida yang tinggal di istana raja), yang melaporkan kepada raja bahwa Yeremia telah dimasukkan ke dalam perigi (baca Yeremia 38:7-8). Mendengar laporan itu raja pun segera bertindak: “Bawalah tiga orang dari sini dan angkatlah nabi Yeremia dari perigi itu sebelum ia mati!” (Yeremia 38:10).

Tuhan itu teramat baik dan Ia dekat kepada orang yang memanggil-Nya. “Engkau dekat tatkala aku memanggil-Mu, Engkau berfirman: ‘Jangan takut!’ Ya Tuhan, Engkau telah memperjuangkan perkaraku, Engkau telah menyelamatkan hidupku.” (ayat 57-58). Mungkin saat ini Saudara sedang berada di ‘perigi’ permasalahan hidup yang teramat berat, berseru-serulah kepada Tuhan, Ia pasti mau mendengar.

“Berserulah kepada-Ku pada waktu kesesakan, Aku akan meluputkan engkau, dan engkau akan memuliakan Aku.” (Mazmur 50:15). Tuhan memberkati kita semua salam damai.

Oleh : Pdt. Jhon Johannes, M.Th

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY